KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — DCC dan Server SCADA di Lombok bukan sekadar ruang server biasa. Fasilitas ini berfungsi sebagai otak yang mengatur distribusi listrik dari pembangkit hingga ke rumah-rumah warga di seluruh NTB. Jika sistem ini lumpuh, pemadaman besar-besaran bisa terjadi. Karena itulah, statusnya ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang memerlukan pengamanan berlapis.
Proses klarifikasi oleh Baharkam Polri tidak main-main. Tim verifikator menggelar pemeriksaan dokumen, inspeksi langsung ke lapangan, observasi sarana fisik pengamanan, hingga wawancara dengan personel keamanan setempat. Hasilnya, sistem manajemen pengamanan (SMP) di fasilitas itu dinilai efektif dan layak menyandang medali emas.
General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, menegaskan bahwa keamanan adalah fondasi utama keandalan listrik. “Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus memperkuat tata kelola pengamanan, meningkatkan kompetensi personel, serta memastikan seluruh infrastruktur strategis beroperasi secara aman dan andal,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Senada dengan itu, Manager PLN UP2D NTB, Faris Fitrianto, menyebut raihan ini adalah buah dari komitmen seluruh insan PLN. Menurutnya, penerapan SMP bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan operasional agar pelayanan kepada masyarakat tetap prima tanpa gangguan berarti.
Proses klarifikasi dengan Baharkam Polri juga menghasilkan sejumlah rekomendasi. Masukan tersebut akan menjadi pijakan untuk memperkuat mitigasi risiko dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan ke depan. Kolaborasi antara PLN dan aparat keamanan ini diharapkan terus berlanjut, mengingat ancaman terhadap infrastruktur strategis bisa datang kapan saja.
Dengan predikat Gold Medal ini, PLN UIW NTB tidak hanya mengamankan aset perusahaan, tetapi juga menjamin hak dasar masyarakat NTB terhadap listrik yang stabil. Sebuah pencapaian yang patut dicatat, apalagi di tengah tantangan geografis kepulauan yang rawan gangguan.