Pencarian

Jawa Timur Siap Jadi Basis Utama Mandatori Biodiesel B50, Khofifah: Infrastruktur Kami Mapan

Sabtu, 11 Juli 2026 • 00:22:31 WIB
Jawa Timur Siap Jadi Basis Utama Mandatori Biodiesel B50, Khofifah: Infrastruktur Kami Mapan
Gubernur Khofifah menghadiri peluncuran mandatori Biodiesel B50 di Tol Jakarta-Cikampek.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara langsung menghadiri peluncuran resmi mandatori Biodiesel B50 oleh Presiden Prabowo Subianto di SPBU Rest Area KM 57A Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Kamis (9/7/2026). Dalam kesempatan itu, Khofifah menegaskan komitmen penuh provinsinya untuk menjadi garda depan program transisi energi nasional.

Modal Infrastruktur dan Logistik Nasional

Khofifah optimistis Jawa Timur mampu mengemban peran strategis tersebut. Menurutnya, provinsi ini sudah memiliki ekosistem industri dan logistik yang mapan sebagai pusat distribusi nasional.

"Jawa Timur memiliki seluruh modal untuk menjadi penggerak akselerasi energi berbasis biodiesel. Sebagai pusat industri dan logistik nasional, kami siap memastikan implementasi B50 berjalan optimal di daerah," ujar Khofifah dalam siaran resmi yang diterima redaksi.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan yang Masif

Presiden Prabowo Subianto menargetkan program B50 mampu menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun. Selain itu, program ini diproyeksikan memangkas emisi gas rumah kaca sebesar 44,46 juta ton CO2 pada tahun 2026.

Khofifah menyebut kebijakan ini sebagai lompatan taktis menuju kedaulatan energi nasional. Ia menekankan bahwa langkah ini sekaligus memutus ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar fosil.

Stimulus bagi Perkebunan Sawit Rakyat

Implementasi B50, menurut Khofifah, akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi ekonomi daerah. Sektor yang paling diuntungkan adalah perkebunan kelapa sawit rakyat, industri pengolahan, dan efisiensi logistik.

"Peluncuran B50 menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk mengoptimalkan potensi sumber daya bangsa sendiri," imbuh Khofifah.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Keberhasilan

Kendati optimistis, Khofifah mengingatkan bahwa keberhasilan jangka panjang mandatori B50 tidak bisa dicapai sendirian. Ia menuntut kolaborasi erat dan konsisten antara pemerintah pusat, BUMN energi, swasta, akademisi, dan kesiapan masyarakat.

"Sinergi lintas sektor inilah yang akan memperkokoh ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan," tandasnya.

Bagikan
Sumber: d-onenews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks