PANGKALPINANG — Antrean panjang kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akhirnya menemukan titik terang. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengungkapkan bahwa praktik curang dalam pembelian BBM subsidi menjadi salah satu biang kerok utama di balik kemacetan tersebut.
Sales Manager PT Pertamina Patra Niaga Area Bangka Belitung, Satriyo Wibowo Wicaksono, menjelaskan bahwa antrean panjang tidak semata-mata disebabkan oleh tingginya permintaan masyarakat. Pihaknya mendapati sejumlah oknum melakukan pembelian BBM subsidi secara berulang dengan menggunakan lebih dari satu QR Code.
"Kami menemukan indikasi kuat bahwa ada oknum yang memanfaatkan celah sistem dengan menggunakan beberapa akun atau QR Code untuk membeli BBM subsidi dalam jumlah besar," ujar Satriyo. Praktik ini jelas melanggar aturan karena BBM subsidi diperuntukkan bagi golongan masyarakat tertentu sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Sebagai langkah penertiban, Pertamina telah memblokir hampir 500 kendaraan yang terindikasi menyalahgunakan sistem pembelian BBM subsidi. Pemblokiran ini membuat kendaraan tersebut tidak dapat lagi melakukan transaksi pembelian BBM bersubsidi di seluruh SPBU di wilayah Bangka Belitung.
Langkah tegas ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku dan memulihkan ketertiban distribusi BBM bersubsidi di daerah tersebut. Pertamina juga akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap sistem pembelian untuk mencegah modus-modus kecurangan serupa di masa mendatang.
Di tengah persoalan antrean dan penyalahgunaan ini, Satriyo Wibowo Wicaksono menegaskan bahwa stok BBM di Terminal BBM Bangka Belitung dalam kondisi aman. Pihaknya memastikan ketersediaan bahan bakar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tujuh hari ke depan.
"Masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan. Stok kami aman dan distribusi terus berjalan normal. Yang menjadi masalah adalah adanya oknum yang tidak bertanggung jawab yang membuat antrean menjadi tidak terkendali," tegasnya.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap membeli BBM sesuai dengan kebutuhan. Masyarakat juga diminta untuk melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan atau praktik pembelian BBM subsidi yang mencurigakan di SPBU sekitar.