PANGKALPINANG — Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menekankan bahwa setiap jenis BBM memiliki karakteristik dan nilai oktan (RON) yang berbeda. Penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi teknis justru bisa menurunkan efisiensi dan memperpendek usia mesin kendaraan.
Mengapa Pemilihan BBM Harus Sesuai Rekomendasi Pabrikan?
Menurut Rusminto, kendaraan dengan teknologi mesin terbaru memerlukan BBM beroktan tinggi agar pembakaran lebih optimal. Sebaliknya, mesin konvensional tidak dirancang untuk bahan bakar dengan RON tinggi secara terus-menerus.
“Penggunaan BBM sesuai rekomendasi pabrikan tidak hanya membantu menjaga performa dan usia mesin kendaraan, tetapi juga mendukung efisiensi konsumsi bahan bakar serta mengurangi emisi gas buang,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Pangkalpinang.
Subsidi Tepat: Bukan Sekadar Aturan, Tapi Tanggung Jawab Bersama
Pertamina terus mendorong implementasi Program Subsidi Tepat melalui digitalisasi SPBU dan penggunaan QR Code bagi konsumen terdaftar. Langkah ini untuk memastikan BBM subsidi seperti Biosolar dan Pertalite hanya dinikmati sektor prioritas: transportasi umum, usaha mikro, pertanian, perikanan, dan kelompok masyarakat sesuai regulasi.
“Subsidi energi merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, penggunaan BBM subsidi sesuai peruntukan menjadi tanggung jawab bersama agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dan tepat sasaran,” tambah Rusminto.
Kampanye ini menyasar masyarakat Bangka Belitung agar lebih bijak memilih BBM. Kesalahan pemilihan jenis bahan bakar tidak hanya merugikan kantong pribadi, tetapi juga menghambat upaya pemerintah menyalurkan subsidi secara adil.