PANGKALPINANG — Ratusan kendaraan mengular di depan SPBU di berbagai titik di Bangka Belitung dalam beberapa pekan terakhir. Bukan karena kelangkaan pasokan, melainkan ulah oknum yang memanfaatkan celah sistem distribusi BBM bersubsidi.
Ketua DPRD Babel, Didit Sri Gusjaya, mengatakan semua sektor merasakan dampak dari antrean ini. Ia mengapresiasi respons cepat Pertamina, namun berharap persoalan segera tuntas. "Kesulitannya seperti apa, semoga ada solusi dan kondisi antrean di SPBU bisa kembali normal," ujarnya di Pangkalpinang, Selasa.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga, Satriyo Wibowo Wicaksono, membantah adanya gangguan pasokan. Ia menyebut stok BBM di terminal utama aman untuk tujuh hari ke depan, bahkan pasokan Pertalite subsidi ditambah 8 persen.
Justru, kata dia, masalah muncul dari praktik pengisian berulang oleh sejumlah kendaraan. "Banyak kendaraan yang berpindah-pindah dari satu SPBU ke SPBU lain untuk melakukan pengisian berulang. Kami menemukan penggunaan QR code yang sama, ganda, dan plat palsu," jelas Wicaksono.
Pertamina Patra Niaga Area Babel telah memblokir hampir 500 kendaraan yang terindikasi melanggar. Selain itu, beberapa SPBU yang tidak patuh terhadap aturan penyaluran BBM subsidi juga dikenai sanksi penghentian pasokan secara bergantian.
"Penghentian pasokan dilakukan secara bergantian agar tidak menimbulkan antrean yang semakin panjang di SPBU lain," ujar Wicaksono.
Pertamina berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Bangka Belitung untuk mengamankan antrean dan menertibkan kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang. Langkah ini diambil untuk mencegah oknum memanfaatkan situasi.
Wicaksono mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak membeli BBM secara berlebihan. "Sebanyak apapun jumlah stok di Pertamina akan tetap disalurkan ke SPBU," tegasnya. Ia juga mengajak media dan masyarakat ikut mengawasi serta melaporkan dugaan pelanggaran di SPBU.