Bulog Bangka Serap 3.300 Ton Gabah Petani Bangka Selatan, Stok Beras Pulau Bangka Aman hingga 3 Bulan

Penulis: Ragil  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 17:06:01 WIB
Bulog Bangka menyerap 3.300 ton gabah kering petani dari empat desa di Bangka Selatan sejak awal tahun hingga pertengahan Juli 2026.

PANGKALPINANG — Panen raya di Bangka Selatan membuat gudang Bulog mulai terisi. Perum Bulog Cabang Bangka mencatat telah menyerap 3.300 ton gabah kering petani dari empat desa di kabupaten tersebut sejak awal tahun hingga pertengahan Juli 2026. Jumlah itu setara dengan 1.700 ton beras.

"Kita berharap penyerapan gabah petani ini dapat meningkatkan perekonomian dan menjaga ketahanan pangan masyarakat," kata Kepala Perum Bulog Cabang Bangka, Dimas Wage Tantri, di Pangkalpinang, Kamis.

Gabah Petani dari Empat Desa di Bangka Selatan

Penyerapan gabah tersebut berasal dari Desa Pulau Besar, Batu Betumpang, Rias, dan Desa Serdang. Keempat desa ini menjadi pemasok utama gabah kering bagi Bulog di wilayah Bangka Selatan selama musim panen raya padi.

Saat ini, Bulog masih terus melakukan penyerapan gabah petani di seluruh Pulau Bangka yang mencakup empat kabupaten dan satu kota, yakni Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, dan Kota Pangkalpinang.

Setengah Target Nasional Terealisasi

Dimas menyebutkan bahwa target penyerapan gabah petani tahun ini mencapai 6.600 ton. Hingga pertengahan Juli, realisasinya sudah mencapai lebih dari 50 persen dari target yang ditetapkan Bulog pusat.

Dengan stok yang sudah masuk, kebutuhan beras masyarakat di Pulau Bangka dipastikan aman untuk dua setengah hingga tiga bulan ke depan. Ini menjadi kabar baik di tengah fluktuasi harga beras yang kerap terjadi pascapanen.

Bagaimana Petani Bisa Menjual Gabah ke Bulog?

Bulog membuka kesempatan bagi petani yang ingin menjual gabahnya dengan harga Rp6.500 per kilogram. Prosesnya tidak rumit. Petani cukup melaporkan diri ke Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat.

"Petani jangan panen dulu padinya. Jadi petani melaporkan dulu ke petugas PPL dan nanti PPL ini akan berkoordinasi dengan Bulog, selanjutnya petugas Bulog datang ke lokasi untuk menyerap gabah petani ini," ujar Dimas.

Mekanisme ini, menurut Dimas, bertujuan agar Bulog bisa langsung memastikan kualitas gabah dan mempercepat proses serap di lapangan. Petani tidak perlu repot mengangkut sendiri hasil panennya ke gudang Bulog.

Menjaga Harga Gabah di Tingkat Petani

Langkah Bulog menyerap gabah petani ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga harga gabah tetap stabil saat musim panen raya. Tanpa intervensi, harga gabah kerap anjlok karena melimpahnya pasokan di tingkat petani.

Dengan harga Rp6.500 per kilogram, petani di Bangka Selatan mendapatkan kepastian harga yang layak. Bulog pun memastikan stok beras untuk kebutuhan darurat dan operasi pasar tetap terjaga.

Reporter: Ragil
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top