PANGKALPINANG — Gerakan kepanduan di bawah naungan Kementerian Agama Provinsi Bangka Belitung memasuki fase baru melalui peresmian Satuan Karya (Saka) Pramuka Rintisan Amal Bakti. Peluncuran ini dibarengi dengan pelantikan Pengurus Periode 2026-2031 yang berlangsung di Auditorium Mas’ud Hasan Qolay, Kanwil Kemenag Babel.
Plt. Kakanwil Kemenag Babel, Pril Marori, yang kini menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing dan Pimpinan Saka, menyatakan bahwa organisasi ini menyasar Pramuka Penegak di tingkat Madrasah Aliyah (MAN/MAS) di seluruh kabupaten/kota se-Bangka Belitung.
Fokus Layanan Keagamaan dan Duta Toleransi
Pembentukan Saka Amal Bakti bertujuan untuk menyatukan berbagai krida pramuka yang ada di lingkungan madrasah. Pril Marori optimistis kehadiran wadah ini mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat melalui berbagai program layanan keagamaan yang inklusif.
"Kami optimis Krida Pramuka di madrasah (MAN/MAS) nantinya dapat disatukan untuk memberikan layanan keagamaan, menjadi duta toleransi, serta menyemai nilai-nilai demokrasi di tengah masyarakat," ujar Pril Marori dalam sambutannya.
Langkah ini diambil untuk memastikan siswa madrasah tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan mampu menjadi perekat keberagaman di lingkungan mereka masing-masing.
Bagaimana Peran Madrasah Sebagai Agen Perubahan?
Ketua Kwarda Pramuka Bangka Belitung, Zaidan, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif kolaboratif ini. Menurutnya, tantangan zaman yang dinamis menuntut adanya penguatan karakter pemuda yang berlandaskan nilai-nilai spiritual yang kuat.
Zaidan menekankan bahwa madrasah memegang peranan krusial sebagai laboratorium pembentukan karakter. Melalui Saka Amal Bakti, nilai-nilai keimanan diharapkan dapat diimplementasikan dalam aksi nyata di lapangan.
"Ini menyangkut nilai keagamaan. Madrasah harus menjadi wadah nyata dalam meningkatkan iman dan ketaqwaan dalam kehidupan bermasyarakat," kata Zaidan.
Inovasi Pembinaan untuk Generasi Milenial dan Gen Z
Pemerintah Provinsi Bangka Belitung turut mengapresiasi sinergi antara Kemenag dan Gerakan Pramuka. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Babel, Widya Kemala Sari, yang hadir mewakili Gubernur, mengingatkan pentingnya aspek inovasi dalam organisasi.
Widya berpesan agar pengurus yang baru dilantik tidak terjebak pada kegiatan formalitas semata. Ia mendorong agar program-program yang disusun mampu menyesuaikan dengan karakteristik generasi milenial dan Gen Z agar tetap relevan dan menarik minat anak muda.
Pengurus diharapkan menjalankan amanah dengan penuh komitmen untuk menjadikan Saka Amal Bakti sebagai pusat pembinaan pemuda yang adaptif namun tetap memegang teguh prinsip-prinsip moderasi beragama di Negeri Serumpun Sebalai.