MAKASSAR — Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Makassar duduk bersama dalam Forum Dialog Kebangsaan yang digagas BEM se-Kota Makassar. Acara yang mengusung tema “Akselerasi Kesejahteraan Masyarakat: Peran Mahasiswa Dalam Memutus Rantai Kesenjangan Menuju Indonesia Emas” ini dipandu langsung oleh BEM UNISMUH Makassar selaku tuan rumah.
Mengapa Mahasiswa Makassar Gelar Diskusi di Tengah Dinamika Nasional?
Andi Rama Ramadhan, Presiden Mahasiswa UNISMUH Makassar, menyebut bahwa forum ini digelar untuk merespons berbagai isu nasional yang tengah menjadi perhatian publik. Beberapa di antaranya adalah pelemahan nilai tukar rupiah, realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Dalam menyikapi situasi kebangsaan belakangan ini, gerakan mahasiswa harus tetap mengedepankan independensi. Gerakan kita harus matang berbasis data, serta tidak boleh ditunggangi oleh kepentingan politik praktis maupun elit oligarki, apalagi dengan tren isu Reformasi Berjilid,” tegas Andi Rama dalam sambutannya.
5 Pimpinan BEM yang Hadir dan Sikap yang Disepakati
Forum ini dihadiri oleh jajaran pimpinan BEM dari lima kampus utama di Makassar. Mereka adalah Andi Rama Ramadhan (Presiden Mahasiswa UNISMUH Makassar), Nur Intan Maharani Illyas (Presiden Mahasiswa UNM), Muh. Zain Aditya (Presiden Mahasiswa STIEM Bongaya), perwakilan Sekjend DEMA UIN Alauddin Makassar, dan Muh. Farhan Parsia (Presma Poltekkes).
Dalam diskusi, para peserta menyepakati bahwa mahasiswa harus menjadi garda depan dalam mengawal kebijakan pemerintah yang pro-rakyat. Mereka juga menyuarakan optimisme terhadap penguatan nilai tukar rupiah dan menolak segala bentuk gerakan yang berpotensi memecah belah bangsa.
Isu Reformasi Jilid II: Antara Kekhawatiran dan Independensi
Salah satu topik yang mengemuka adalah isu gerakan mahasiswa yang dikaitkan dengan “Reformasi Jilid II”. Andi Rama mengingatkan agar gerakan mahasiswa tidak terjebak pada agenda kelompok tertentu. Ia menekankan pentingnya data dan kajian akademik sebagai dasar setiap langkah aksi.
“Jangan sampai kita menjadi alat bagi kepentingan segelintir elit. Mahasiswa harus kritis, tapi juga cerdas dalam membaca situasi,” ujarnya.
Apa Tindak Lanjut dari Forum Dialog Kebangsaan Ini?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan lanjutan terkait aksi atau rekomendasi konkret dari forum tersebut. Namun, para peserta sepakat akan terus menggelar diskusi serupa secara berkala untuk menjaga konsolidasi gerakan mahasiswa di Makassar. Forum ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperkuat peran mereka dalam menyongsong Indonesia Emas tanpa kehilangan independensi.