Pencarian

Tren Slow Fashion Mulai Dilirik Konsumen Bangka Belitung, Beralih dari Pakaian Cepat Rusak ke Kualitas Awet

Selasa, 28 Juli 2026 • 11:14:02 WIB
Tren Slow Fashion Mulai Dilirik Konsumen Bangka Belitung, Beralih dari Pakaian Cepat Rusak ke Kualitas Awet
Konsumen di Bangka Belitung mulai mempertimbangkan daya tahan pakaian sebelum membeli, beralih dari tren fast fashion.

BANGKA BELITUNG — Budaya konsumsi pakaian cepat atau fast fashion yang selama ini mendominasi mulai mendapat perlawanan dari konsumen di Kepulauan Bangka Belitung. Alih-alih tergiur model terbaru dan logo mencolok, pembeli kini lebih kritis terhadap daya tahan sebuah produk sebelum memutuskan membeli.

Perubahan perilaku ini terlihat dari meningkatnya pertanyaan soal kualitas bahan dan jahitan saat berbelanja. Banyak konsumen mengaku lelah dengan pengalaman membeli kaos yang hanya bertahan beberapa bulan karena kerah melar atau warnanya luntur setelah dicuci berkali-kali.

Bukan Sekadar Gaya, Tapi Tanggung Jawab

Fenomena ini tidak hanya dilihat sebagai peluang pasar oleh para pelaku industri kreatif setempat. Commongoods, salah satu brand yang aktif di wilayah ini, menyebut pergeseran selera konsumen sebagai sebuah tanggung jawab moral yang harus dijawab dengan konsistensi produk.

"Seringkali, kita membeli kaos dengan harapan tinggi, tapi tiga kali masuk mesin cuci, kerahnya sudah melar atau warnanya memudar. Ini bukan masalah baju, tapi masalah harga diri pemakainya," demikian pernyataan dari Commongoods dalam rilis yang diterima media, belum lama ini.

Menurut mereka, tantangan utama yang dihadapi industri saat ini bukanlah bagaimana menciptakan tren baru setiap minggu, melainkan bagaimana menjaga standar kualitas agar tetap stabil dari produksi ke produksi. Konsumen, lanjut mereka, sudah mulai pintar membedakan mana produk yang hanya oke di awal dan mana yang bisa diandalkan untuk jangka panjang.

Konsumen Mulai Tinggalkan Pakaian 'Gugur Sebelum Waktunya'

Di tengah maraknya brand baru yang bermunculan dengan formula serupa—mengejar tren musiman dan logo yang mencolok—konsumen di Bangka Belitung justru mencari kenyamanan jangka panjang. Mereka tidak lagi sekadar membeli kaos yang terlihat bagus di foto, melainkan produk yang bisa awet setelah puluhan kali pemakaian.

Pergeseran ini dinilai sebagai angin segar bagi perajin dan pelaku UMKM lokal yang selama ini mengedepankan kualitas bahan baku dan proses produksi yang lebih teliti. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin industri slow fashion akan menjadi primadona baru di provinsi penghasil timah ini, menggeser dominasi pakaian murah impor yang cepat usang.

Follow belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bangkaindependent.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks