BANGKA BARAT — Kinerja penerimaan daerah Bangka Barat pada paruh pertama tahun anggaran 2026 berjalan positif. Data Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Bangka Barat mencatat realisasi PAD telah menembus angka Rp55,3 miliar hingga Juni 2026.
Jumlah itu setara dengan 51,81 persen dari target tahunan yang dipatok sebesar Rp106,8 miliar. Kepala BP2RD Bangka Barat, Muhammad Ali, menyebut capaian ini lebih baik dibandingkan semester I tahun 2025 lalu.
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Tembus 100 Persen
Di antara empat sektor utama penyumbang PAD, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan menjadi kontributor dengan persentase realisasi tertinggi. Sektor ini mencatatkan penerimaan Rp6,05 miliar dari target tahunan Rp6 miliar.
Artinya, realisasi sektor tersebut telah mencapai 100,84 persen dan melampaui target meskipun tahun anggaran 2026 masih berjalan hingga enam bulan ke depan.
Retribusi dan Lain-lain Pendapatan Ikut Tumbuh
Sektor Retribusi Daerah menyumbang Rp25,4 miliar dari target tahunan sekitar Rp41,1 miliar. Realisasi tersebut setara dengan 56,35 persen dari target yang ditetapkan.
Sementara itu, komponen Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah tercatat mencapai Rp587,3 juta atau 58,74 persen dari target Rp1 miliar.
Pajak Daerah Masih di Bawah 50 Persen
Berbeda dengan sektor lainnya, Pajak Daerah justru menjadi sektor dengan persentase capaian paling rendah. Hingga Juni 2026, penerimaan pajak daerah baru mencapai Rp23,2 miliar atau 42,54 persen dari target Rp54,6 miliar.
Ali belum merinci faktor yang memengaruhi lambatnya realisasi pajak daerah tersebut. Namun, secara akumulatif, empat sektor utama penyumbang PAD telah melewati batas capaian 50 persen dari target tahunan.
“Jika dibandingkan dengan capaian semester I tahun 2025 lalu, ada tren peningkatan performa realisasi yang lebih baik pada tahun ini,” ujar Ali saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2026).