CEO GameStop Ryan Cohen mengajukan tawaran akuisisi senilai 56 miliar dolar (sekitar Rp 896 triliun) terhadap eBay meskipun kondisi finansial perusahaan belum mencukupi. Manuver mendadak ini memicu keraguan pasar setelah Cohen gagal menjelaskan sumber pendanaan dalam wawancara langsung bersama CNBC. Harga saham GameStop langsung merosot 10 persen sesaat setelah pernyataan kontroversial sang "raja saham meme" tersebut mengemuka.
Ryan Cohen kembali memicu kegaduhan di Wall Street. Pria yang kerap dijuluki sebagai "raja saham meme" ini meluncurkan tawaran akuisisi fantastis senilai 56 miliar dolar terhadap raksasa e-commerce eBay. Namun, ambisi besar tersebut justru berujung pada sesi wawancara canggung yang membuat para analis keuangan mempertanyakan kredibilitas rencana bisnisnya.
Cohen hadir di studio CNBC untuk memberikan penjelasan mengenai langkah mengejutkan tersebut. Alih-alih memberikan rincian finansial yang solid, ia justru memberikan jawaban yang membingungkan para pembawa acara. Situasi memanas saat Andrew Ross Sorkin mulai membedah angka-angka di balik proposal akuisisi tersebut.
Andrew Ross Sorkin melakukan kalkulasi cepat terhadap neraca keuangan GameStop di hadapan Cohen. Berdasarkan kapitalisasi pasar saat ini, cadangan kas perusahaan, serta potensi pembiayaan dari TD Securities yang belum diamankan, GameStop masih kekurangan dana sekitar 16 miliar dolar (Rp 256 triliun) untuk mencapai angka penawaran 56 miliar dolar.
Saat ditekan mengenai dari mana sisa uang tersebut akan berasal, Cohen hanya memberikan jawaban singkat yang tidak memuaskan. "Yeah, well we'll see what happens," ujarnya. Jawaban ini memicu reaksi spontan dari co-anchor Becky Quick yang tertawa karena heran dengan ketidakjelasan strategi pendanaan tersebut.
"Ryan, itu pertanyaan yang sangat lugas. Saya tidak mengerti. Dari mana sisa uangnya berasal?" tanya Becky Quick memastikan. Cohen justru mengklaim tidak memahami pertanyaan tersebut dan hanya menyebutkan bahwa GameStop bisa menerbitkan saham baru untuk merampungkan kesepakatan.
Dalam rilis pers resminya, GameStop mengeklaim bahwa eBay memiliki potensi untuk tumbuh menjadi bisnis yang jauh lebih besar. Syaratnya, perusahaan tersebut harus dikelola dengan "mentalitas kewirausahaan" yang lebih agresif. Cohen sesumbar mampu memangkas biaya operasional eBay hingga 2 miliar dolar (Rp 32 triliun) hanya dalam waktu satu tahun pasca-akuisisi.
Rencana efisiensi radikal ini merupakan bagian dari strategi Cohen untuk meyakinkan pemegang saham bahwa penggabungan dua entitas ini masuk akal secara ekonomi. Namun, tanpa kejelasan struktur modal, janji efisiensi tersebut dianggap angin lalu oleh pelaku pasar. Fokus investor saat ini tertuju pada bagaimana sebuah perusahaan ritel game fisik bisa menelan raksasa marketplace global tanpa dukungan likuiditas yang nyata.
Manajemen eBay memberikan pernyataan resmi yang mengonfirmasi bahwa mereka baru mengetahui tawaran ini melalui pengumuman publik hari ini. Perusahaan menyatakan akan meninjau dan mempertimbangkan proposal tersebut secara hati-hati sebelum memberikan komentar lebih lanjut. Sikap eBay yang terkesan "buta" terhadap tawaran ini menunjukkan bahwa Cohen melakukan langkah akuisisi yang tidak bersahabat (unsolicited offer).
Reaksi pasar terhadap aksi Cohen terbilang negatif. Beberapa poin penting dari pergerakan pasar hari ini meliputi:
Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah Cohen benar-benar memiliki akses ke pendanaan tambahan atau ini sekadar manuver spekulatif lainnya. Bagi komunitas investor di Indonesia yang memantau pergerakan saham global, fenomena ini mengingatkan kembali pada volatilitas tinggi yang selalu menyertai setiap langkah Ryan Cohen sejak era kegilaan saham meme beberapa tahun lalu.