BELITUNG — Pernyataan itu disampaikan Fathurrakhman, yang akrab disapa Bang Boy, usai melantik pengurus dan Ketua PWI Kabupaten Belitung periode 2026–2029. Acara pelantikan berlangsung di Hotel & Resort Green Tropical Village pada Senin (11/5/2026).
“Yang paling utama adalah menjaga marwah organisasi, bekerja secara profesional, terukur, dan menjaga kekompakan. Wartawan yang tergabung dalam PWI wajib memiliki kompetensi agar memahami aturan main dalam kerja jurnalistik,” ujar Boy dalam sambutannya.
Pemilihan ketua PWI Kabupaten Belitung telah usai dengan terpilihnya Ali Hasmara sebagai nahkoda baru. Ali akan memimpin organisasi wartawan di daerah itu untuk periode 2026–2029.
Fathurrakhman menekankan, kompetensi menjadi kunci utama bagi setiap wartawan. Dengan pemahaman aturan yang baik, wartawan dapat menjalankan fungsi kontrol sosial tanpa melanggar kode etik jurnalistik.
Menurut Fathurrakhman, kritik terhadap pemerintah bukanlah bentuk perlawanan, melainkan bagian dari tugas jurnalistik untuk mengawal kebijakan publik. Namun, ia mengingatkan agar kritik tidak didasari motif pribadi atau kelompok tertentu.
“Wartawan boleh mengkritik pemerintah secara profesional dan sesuai KEJ,” katanya, merujuk pada Kode Etik Jurnalistik yang menjadi pedoman kerja wartawan Indonesia.
Ia juga mendorong pengurus PWI Belitung yang baru untuk memperkuat soliditas internal. Kekompakan organisasi dinilai penting agar PWI bisa menjadi mitra kritis yang konstruktif bagi pemerintah daerah.