KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pemilihan logo tahun ini tidak sepenuhnya ditentukan internal pemerintah. Kementerian Sekretariat Negara membuka mekanisme polling kepada publik untuk memilih dari sejumlah desain yang telah melalui kurasi. Dari total 68.569 suara yang masuk, karya Fajar Novario unggul dengan angka signifikan.
"Pada akhirnya masyarakat telah menentukan pilihan dari polling yang sudah dilakukan, bahwa logo atau karya nomor dua, yakni karya Saudara Fajar Novario dari Aman Design Biro Padang Sumatera Barat mendapatkan suara terbanyak," ujar Juri Ardiantoro saat konferensi pers.
Fajar Novario, yang bernaung di bawah Karsa Visual Merdeka, mengusung tiga pilar konsep dalam desainnya: Kolektif, Sinergi, dan Bertumbuh. Ketiga nilai ini menjadi landasan visual logo peringatan HUT ke-81 RI yang akan digunakan sepanjang tahun 2026.
Konsep Kolektif merepresentasikan semangat gotong royong, Sinergi menggambarkan kerja sama lintas sektor, dan Bertumbuh menjadi simbol optimisme pembangunan nasional. Meski demikian, Kemensetneg belum merilis detail visualisasi elemen-elemen tersebut dalam bentuk final logo.
Wamensetneg Juri Ardiantoro menyampaikan bahwa logo yang terpilih akan segera diproduksi dalam berbagai format untuk kebutuhan publikasi. Instansi pemerintah pusat dan daerah, BUMN, serta lembaga swasta diimbau menggunakan logo resmi ini dalam setiap materi promosi dan dokumentasi peringatan HUT ke-81 RI.
Kemensetneg juga akan menetapkan pedoman penggunaan logo (branding guideline) yang mencakup aturan warna, proporsi, dan larangan modifikasi. Pedoman tersebut akan diunggah di portal resmi Kementerian Sekretariat Negara dalam pekan ini.
Pemerintah sebelumnya rutin menggelar sayembara desain logo HUT RI setiap tahun. Tahun ini, keterlibatan publik melalui polling digital menjadi catatan tersendiri dalam proses kurasi desain identitas visual nasional. Fajar Novario menjadi desainer asal Sumatera Barat pertama yang memenangkan sayembara ini dalam satu dekade terakhir.