KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Hartanto mengatakan, peningkatan kepercayaan itu lahir dari perbaikan berjenjang pada tiga dimensi utama organisasi kepolisian. Ketiganya adalah dimensi kinerja institusi, sumber daya manusia, dan budaya institusi.
Tiga Dimensi yang Saling Menopang
Hartanto menegaskan ketiga dimensi itu tidak berjalan sendiri-sendiri. “Ketiga dimensi ini saling menopang satu sama lain dalam membentuk wajah baru Polri di mata masyarakat,” ujarnya, Senin (29/6/2026).
Menurut dia, perbaikan kinerja Polri sudah terlihat dari respons yang lebih cepat terhadap laporan masyarakat. Penanganan kasus dinilai lebih transparan, dan profesionalisme dalam penegakan hukum meningkat.
Perubahan Nyata di Tingkat Pusat dan Daerah
“Masyarakat mulai merasakan perubahan nyata dalam kualitas layanan kepolisian, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Hartanto.
Transformasi ini terjadi secara menyeluruh, bukan hanya di Markas Besar Polri, tetapi juga hingga ke tingkat polsek dan polres di seluruh Indonesia. Survei yang mencatat angka 80,6 persen, menurut Hartanto, menjadi indikator bahwa publik mulai merespons positif program reformasi internal yang dijalankan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa angka tersebut harus dijaga dengan konsistensi kebijakan ke depan.