Pencarian

Rupiah Menguat ke Rp17.851, Pemerintah Pangkas 750 BUMN & Setop Kebijakan Kontroversial Purbaya

Senin, 29 Juni 2026 • 19:17:31 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.851, Pemerintah Pangkas 750 BUMN & Setop Kebijakan Kontroversial Purbaya
Pemerintah resmi memangkas jumlah BUMN dari 1.000 menjadi 250 entitas untuk meningkatkan efisiensi.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Keputusan restrukturisasi BUMN menjadi fondasi utama penguatan rupiah. Pemerintah akan mengurangi jumlah perusahaan pelat merah dari 1.000 menjadi 250 entitas. Langkah ini, menurut pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi, bertujuan menekan beban anggaran negara sekaligus mendongkrak efisiensi operasional.

"Pemangkasan jumlah BUMN dinilai sebagai langkah strategis. Tujuannya mengurangi beban anggaran yang besar, sekaligus meningkatkan efisiensi," ujar Ibrahim dalam keterangan resminya, Senin (29/6).

Sentimen positif juga datang dari keputusan pemerintah menolak tawaran dana talangan USD30 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF). Penolakan itu dibaca pasar sebagai sinyal kepercayaan diri terhadap fundamental ekonomi Indonesia di tengah tekanan global.

Menkeu Purbaya Balik Arah: Dari Teori Kering ke Suntikan Rp400 Triliun

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi menghentikan kebijakan pengeringan likuiditas perbankan yang sempat diuji coba selama dua pekan terakhir. Kebijakan itu awalnya dimaksudkan untuk memperkuat rupiah dengan cara menarik uang dari peredaran.

Namun, hasilnya kontraproduktif. Alih-alih menguat, aktivitas ekonomi sektor riil melambat dan investor asing justru mulai menarik dana (capital outflow). "Anda perhatikan yang kemarin maunya rupiah saingan dengan mengeringnya likuiditas. Itu pasti beredar di sisi perbankan, di pasar-pasar pelaku usaha. Artinya, ekonomi akan melambat. Kalau ekonomi melambat, orang takut, investor keluar gara-gara itu," ungkap Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jumat (26/6).

Purbaya mengakui uji coba itu merupakan akomodasi terhadap usulan pihak lain. "Kita dalam 2 minggu itu menguji beberapa teori. Saya sih percaya teori saya betul, tapi karena ada yang lain, saya ikutin. Ketika hasilnya ini kita balikkan ke teori yang betul," bebernya.

Sebagai gantinya, pemerintah mengubah total struktur penempatan dana di bank-bank Himbara. Dana yang semula Rp170 triliun akan digenjot menjadi Rp400 triliun. Rinciannya: pengembalian dana jangka panjang Rp200 triliun, penempatan dana fix akhir tahun Rp100 triliun, dan pos likuiditas fleksibel Rp100 triliun.

Langkah ini sesuai arahan Presiden agar kebijakan fiskal di hilir perbankan tidak menghambat dunia usaha. "Presiden ingin ekonominya tetap jalan. Semua gangguan dihilangkan," pungkas Purbaya.

Proyeksi Rupiah: Fluktuatif, Tapi Masih di Zona Hijau

Untuk perdagangan Selasa (30/6), Ibrahim memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif namun masih ditutup menguat dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.860 per dolar AS. Pelaku pasar, kata dia, kini menanti dua indikator ekonomi awal Juli: data neraca perdagangan dan tingkat inflasi.

"Kedua data tersebut diperkirakan menjadi pertimbangan penting dalam membaca kondisi ekonomi nasional dan arah pergerakan rupiah selanjutnya," tutup Ibrahim.

Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks