Pencarian

Albana Ingatkan Media di Bangka Belitung Utamakan Akurasi daripada Kecepatan

Rabu, 06 Mei 2026 • 15:49:13 WIB
Albana Ingatkan Media di Bangka Belitung Utamakan Akurasi daripada Kecepatan
Albana menekankan pentingnya akurasi dalam pemberitaan di era digital di Bangka Belitung.

PANGKALPINANG — Kecepatan distribusi informasi di era digital membawa risiko besar bagi profesionalisme jurnalis jika tidak dibarengi dengan ketajaman verifikasi. Praktik jurnalisme yang hanya mengejar trafik tanpa proses check and recheck dinilai dapat merusak kredibilitas institusi pers di mata masyarakat lokal.

Jurnalis senior Bangka Belitung, Albana, menyatakan bahwa perkembangan teknologi memang mendorong percepatan informasi, namun akurasi tetap merupakan harga mati yang tidak boleh ditawar. Menurutnya, ketika media gagal menjaga validitas data, dampak negatifnya akan dirasakan langsung oleh narasumber dan menurunkan kepercayaan publik secara kolektif.

“Kecepatan memang menjadi kebutuhan di era digital, tetapi tidak boleh mengorbankan akurasi. Prinsip check and recheck harus tetap menjadi fondasi dalam setiap proses pemberitaan,” ujar Albana saat menjadi pemateri dalam seminar dan dialog publik di Mapolda Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (6/5/2026).

Independensi Redaksi Jadi Benteng Hadapi Tekanan Kepentingan

Selain persoalan teknis verifikasi, Albana menyoroti integritas ruang redaksi yang sering kali bersinggungan dengan berbagai kepentingan eksternal. Ia mengingatkan bahwa keberpihakan jurnalis seharusnya hanya pada kebenaran dan kepentingan publik, bukan pada kelompok tertentu.

Ia menekankan pentingnya menjaga jarak yang cukup dari tekanan politik maupun ekonomi yang dapat memengaruhi objektivitas berita. Independensi merupakan satu-satunya cara agar produk jurnalistik yang dihasilkan tetap jernih dan tidak bias dalam memotret realitas di lapangan.

“Jurnalis harus mampu berdiri di atas semua kepentingan. Independensi adalah kunci agar informasi yang disampaikan tetap objektif dan tidak bias,” tegasnya di hadapan peserta seminar.

Mengapa Disiplin Verifikasi Menjadi Rujukan Utama Masyarakat?

Di tengah banjir informasi dari media sosial yang sering kali tidak terverifikasi, pers memiliki peluang untuk memposisikan diri sebagai penjaga gawang informasi (gatekeeper). Albana menyebut media massa harus mampu tampil sebagai rujukan utama yang memberikan kepastian di tengah kesimpangsiuran kabar.

Disiplin verifikasi adalah pembeda utama antara produk pers profesional dengan konten media sosial biasa. Jika jurnalis terjebak pada informasi yang belum jelas kebenarannya, maka peran pers sebagai pilar demokrasi akan melemah.

“Media harus menjadi rujukan utama masyarakat. Itu hanya bisa terwujud jika jurnalis disiplin dalam verifikasi dan tidak terjebak pada informasi yang belum jelas kebenarannya,” tambahnya.

Seminar yang diinisiasi oleh Polda Bangka Belitung ini menjadi ruang diskusi strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. Selain jajaran kepolisian, forum ini juga dihadiri oleh perwakilan Dewan Pers serta jurnalis dari berbagai platform media di wilayah Negeri Laskar Pelangi.

Melalui forum tersebut, Albana mengajak seluruh insan pers di daerah untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan pemahaman terhadap etika profesi. Penguatan kualitas pemberitaan dianggap sebagai langkah konkret untuk menjaga ekosistem informasi di Bangka Belitung agar tetap sehat dan bertanggung jawab.

Bagikan
Sumber: okeyboz.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks