Pencarian

Nvidia dan Microsoft Siapkan Alan Wake 2 Versi Native Arm untuk Laptop RTX Spark, Performa Mulus di 2560x1600

Kamis, 04 Juni 2026 • 00:55:01 WIB
Nvidia dan Microsoft Siapkan Alan Wake 2 Versi Native Arm untuk Laptop RTX Spark, Performa Mulus di 2560x1600
Nvidia dan Microsoft menghadirkan Alan Wake 2 versi native Arm khusus untuk laptop RTX Spark.

Gaming bukan prioritas utama di balik kehadiran arsitektur RTX Spark — Nvidia menyebutnya sebagai pilar ketiga — tapi perusahaan tidak menganggapnya remeh. Di ajang demo internal, tim developer relations Nvidia bekerja sama langsung dengan Remedy untuk membuat port native Arm dari Alan Wake 2, salah satu game DirectX 12 paling berat secara grafis.

Port Native Arm yang Dibangun Khusus untuk RTX Spark

Versi Alan Wake 2 yang dimainkan bukan hasil emulasi. Ini adalah build native Arm yang dikerjakan khusus untuk berjalan di atas chip RTX Spark. Saya menjajalnya di pre-release Microsoft Surface Laptop Ultra — hasil kolaborasi Microsoft dan Nvidia yang sudah berlangsung sekitar tiga tahun — dan hasilnya impresif.

Game berjalan di resolusi 2560 x 1600 tanpa smear teks, input lag, atau distorsi detail halus yang biasanya menandai penggunaan frame generation berlebihan. Nvidia mengakui ada kemungkinan frame generation tetap aktif di balik layar, tapi eksekusinya jauh lebih rapi dari dugaan.

Nvidia juga sudah bekerja sama dengan MediaTek selama dua setengah tahun untuk mengembangkan silikon ini. Namun perusahaan enggan menyebutkan berapa lama waktu yang dibutuhkan Remedy untuk menyelesaikan port native Arm tersebut.

Emulasi Steam Juga Berjalan Mulus, Tapi Tidak untuk Semua Game

Selain versi native, Nvidia dan Microsoft juga mendemonstrasikan game yang berjalan lewat emulasi. Saya sempat mencoba Indiana Jones and the Great Circle dan Pragmata — keduanya diunduh langsung dari Steam dan dijalankan di perangkat RTX Spark dengan RAM 64 GB. Tidak ada perbedaan signifikan yang terlihat dibandingkan versi x86 native.

"Yang kami tunjukkan di sini adalah, jika game Anda berjalan lewat emulator, kami akan bekerja sama dengan Anda untuk memastikan pengalamannya tetap baik," kata Jo Vivoli, senior manager tim tech marketing Nvidia. "Jika Anda ingin membuat build native Arm, kami juga akan mendukungnya."

Seorang engineer Microsoft yang terlibat dalam proyek RTX Spark selama tiga tahun terakhir mengonfirmasi komitmen serupa. "Kami ingin menonjolkan investasi besar Nvidia dan Microsoft agar gaming benar-benar bisa dilakukan di RTX Spark dengan performa dan visual yang setara dengan kartu grafis RTX biasa," ujarnya.

Meski begitu, Nvidia dan Microsoft sadar tidak semua game akan semulus ini. Pustaka game PC terlalu besar dan beragam. Sebagai antisipasi, mereka memfokuskan pengujian pada 200 game dan aplikasi kreatif paling populer. "Kami on track agar semuanya berfungsi saat peluncuran," klaim perwakilan Microsoft.

Cyberpunk 2077: Absen di Demo, Tapi Diklaim Siap Rilis

Satu nama yang mencolok absen dari daftar demo adalah Cyberpunk 2077 — game yang terkenal sebagai tolok ukur performa GPU. Saat ditanya, Nvidia mengklaim game tersebut seharusnya bisa berjalan saat peluncuran musim gugur mendatang. Tapi tanpa bukti langsung di depan mata, klaim itu masih harus dibuktikan.

RTX Spark sendiri bukan sekadar chip untuk laptop gaming tipis. Arsitektur ini dirancang untuk menjembatani ekosistem Arm dengan kemampuan grafis setara GPU desktop RTX. Jika Nvidia dan Microsoft berhasil mewujudkan kompatibilitas yang dijanjikan, lanskap laptop gaming bisa berubah secara fundamental — termasuk di Indonesia, di mana perangkat tipis dengan daya tahan baterai lebih lama selalu dicari.

Bagikan
Sumber: pcgamer.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks