KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Arsitektur Arm biasanya identik dengan ponsel dan tablet. Namun NVIDIA membalikkan asumsi itu lewat RTX Spark, chip anyar yang memakai CPU Arm kelas flagship—tepatnya 10 core Cortex-X925 dan 10 core A725—yang totalnya 20 core. Desain ini mirip dengan MediaTek Dimensity 9400 yang beredar di ponsel 2024, tapi dengan jumlah core jauh lebih banyak dan kecepatan clock lebih tinggi: 4,0 GHz untuk X925 dan 2,85 GHz untuk A725.
Menariknya, MediaTek ikut merancang bagian CPU chip ini. Cache L2 untuk tiap core X925 mencapai 2 MB, sementara core A725 mendapat 512 KB, ditambah 16 MB L3 dan 16 MB system cache. NVIDIA menyebut chip ini sebagai GB10 Grace Blackwell Superchip, varian yang sama dengan yang dipakai di DGX Spark seharga USD 4.700.
RAM 128 GB untuk AI Lokal
Fitur paling menonjol dari RTX Spark bukan CPU-nya, melainkan memori terpadu 128 GB LPDDR5X yang bisa diakses langsung oleh CPU dan GPU tanpa hambatan. NVIDIA menggunakan konektor NVLink-C2C dengan bandwidth dua arah 600 GB/detik—lima kali lebih cepat dari PCIe Gen5.
Pendekatan ini mirip dengan cara kerja SoC ponsel modern, di mana RAM dipakai bersama untuk aplikasi, game, dan model AI seperti Gemini Nano. Bedanya, kapasitas RTX Spark jauh lebih besar. Namun perlu dicatat, bandwidth efektif RAM LPDDR5X-nya 273 GB/detik, lebih rendah dari GDDR6/7 di GPU desktop yang bisa mencapai 768 GB/detik. Artinya, performa gaming mungkin tidak setara GPU PC high-end.
Performa CPU dan Posisi Pasar
Dengan konfigurasi 20 core Armv9, RTX Spark menjanjikan performa CPU harian yang kuat. Namun NVIDIA mengakui chip ini mungkin tidak bisa mengalahkan Apple Silicon atau Qualcomm Oryon dalam tugas single-threaded. Keunggulan sebenarnya ada pada jumlah core dan RAM besar untuk workload AI.
Laptop Windows on Arm bertenaga Snapdragon X selama ini unggul di efisiensi baterai, tapi terbatas untuk menjalankan model AI canggih karena RAM maksimal 16 GB. RTX Spark hadir sebagai jawaban untuk segmen itu: perangkat yang bisa menjalankan AI skala besar secara lokal, bukan di cloud.
Harga dan Ketersediaan
NVIDIA belum merilis harga resmi RTX Spark. Namun mengingat DGX Spark (varian Linux) dibanderol USD 4.700, versi Windows ini kemungkinan besar di kisaran harga yang sama. Belum ada informasi ketersediaan di Indonesia. Laptop dan mini-PC berbasis RTX Spark dijadwalkan meluncur tahun ini dari Microsoft Surface, ASUS, Dell, HP, Lenovo, dan MSI.
Untuk Siapa RTX Spark?
Chip ini paling cocok untuk kreator konten, developer AI, dan profesional yang butuh menjalankan model bahasa besar atau inferensi AI di perangkat lokal. Gamer yang mengincar frame rate tinggi di game AAA mungkin lebih cocok dengan GPU desktop dedicated. RTX Spark adalah perangkat niche di persimpangan antara PC workstation dan ponsel flagship—bukan untuk semua orang, tapi bisa jadi game changer untuk segmen AI on-device.