KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kegiatan yang digelar di Toyota Stadium itu merupakan rangkaian layanan Warung Konsuler, Temu Warga, dan Layanan Imigrasi yang diselenggarakan KBRI Tokyo. Acara ini hasil kerja sama Toyota Indonesia Group (TIG) dan Toyota Intercultural Association (TIA).
Layanan Konsuler dan Imigrasi bagi 600 WNI
Dalam festival tersebut, sekitar 600 warga negara Indonesia hadir untuk mengurus dokumen keimigrasian dan kekonsuleran. KBRI Tokyo mencatat telah memberikan layanan kekonsuleran kepada 24 orang, meliputi pencatatan kelahiran luar negeri, pernikahan, dan legalisasi dokumen.
Sementara itu, sebanyak 517 pemohon mendapatkan layanan pengurusan paspor. Selain itu, tersedia pula konsultasi keuangan bagi para peserta.
Panggung Budaya dan Kuliner Nusantara
Pengunjung festival disuguhkan tarian nusantara seperti Tari Bali Cenderawasih, Tari Maumere, dan Tari Sinanggar Tulo. Pameran busana serta alunan musik dangdut turut memeriahkan acara, ditambah penampilan grup pop rock ST12 yang menyedot animo pengunjung.
Berbagai jajanan kuliner khas Indonesia juga tersaji, menambah semarak suasana persahabatan kedua negara.
Pesan Wadubes: Jaga Nama Baik dan Saling Bantu
Dalam sambutannya, Maria Renata Hutagalung menekankan pentingnya persatuan antarsesama WNI dan penghormatan terhadap hukum, budaya, serta norma yang berlaku di Jepang. “Kepada diaspora Indonesia mari terus jaga nama baik Indonesia. Hormati hukum, budaya dan norma yang berlaku di Jepang. Jaga persatuan antar sesama WNI, dengan warga lokal Jepang dan seluruh komunitas internasional yang ada di Toyota,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa persahabatan antarbangsa tidak hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat melalui interaksi sehari-hari dan saling pengertian.
Pertemuan Bilateral dengan Pejabat Toyota
Usai pembukaan, Wadubes Maria Renata bertemu dengan Wakil Wali Kota Toyota Kunie Tsuji dan Konsul Kehormatan Nagoya Sugimoto Hideo. Pertemuan membahas peningkatan kerja sama Indonesia dengan Kota Toyota, terutama di bidang ketenagakerjaan, seni budaya, dan perlindungan WNI.
Hadir pula dalam kesempatan itu Atase Imigrasi KBRI Tokyo Arya Pradhana Anggakara dan Sekretaris Ketiga Fungsi Protokol Konsuler KBRI Tokyo Nadya Nabila Hayanto.
Temu Masyarakat: Kerukunan dan Dukungan KBRI
Wadubes RI juga menggelar Temu Masyarakat Nagoya dan sekitarnya yang dihadiri pengusaha, pelajar, akademisi, pengurus masjid dan gereja, serta perwakilan komunitas WNI di Prefektur Aichi. Dalam pertemuan itu, ia meminta WNI membina kerukunan dan saling membantu sesama.
“KBRI Tokyo senantiasa memberi dukungan penuh kepada WNI dalam mempromosikan Indonesia,” kata Maria Renata. Pihaknya juga menyatakan kesiapan memberikan perlindungan bagi WNI di Prefektur Aichi.