Pencarian

BYD Jual Ribuan Mobil di Indonesia tapi Pabrik Subang Belum Produksi, Mobil Impor Minim

Selasa, 21 Juli 2026 • 10:18:01 WIB
BYD Jual Ribuan Mobil di Indonesia tapi Pabrik Subang Belum Produksi, Mobil Impor Minim
Ribuan unit BYD telah terjual di Indonesia meskipun pabrik perakitan di Subang, Jawa Barat, belum memulai produksi massal.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Angka penjualan BYD di Indonesia menunjukkan tren positif sejak merek asal China itu resmi masuk pasar pada awal 2024. Namun, data internal dan laporan rantai pasok menunjukkan bahwa pabrik BYD di Subang belum memulai produksi massal. Pada saat bersamaan, volume impor kendaraan utuh (Completely Built Up/CBU) yang tercatat di bea cukai juga tidak signifikan jika dibandingkan dengan jumlah unit yang diklaim terjual ke konsumen.

Stok dari Pabrik Thailand dan China Jadi Jawaban

Berdasarkan penelusuran, mobil-mobil BYD yang terjual di Indonesia selama ini dipasok dari pabrik di Thailand dan China. BYD memiliki fasilitas perakitan di Rayong, Thailand, yang sudah beroperasi lebih dulu dan melayani permintaan pasar Asia Tenggara termasuk Indonesia.

“Untuk tahap awal, kami mengandalkan pasokan dari pabrik di luar negeri sambil menyelesaikan pembangunan pabrik di Subang,” ujar juru bicara BYD Motor Indonesia dalam pernyataan tertulis beberapa waktu lalu. Rencananya, pabrik Subang baru akan mulai merakit mobil secara bertahap pada semester kedua 2025.

Mengapa Impor Minim tapi Penjualan Tinggi?

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat BYD membukukan penjualan ritel lebih dari 3.000 unit pada Maret 2025. Angka itu menjadikan BYD sebagai salah satu merek mobil listrik terlaris di Indonesia. Namun, data kepabeanan menunjukkan volume impor CBU tidak sebanding.

Penjelasannya, BYD menggunakan skema pengiriman dalam jumlah besar (bulk shipment) yang dicatat sekaligus di satu periode, lalu didistribusikan secara bertahap ke dealer. Selain itu, sebagian unit yang tiba di Indonesia pada akhir 2024 baru tercatat sebagai penjualan di kuartal pertama 2025 setelah melewati proses registrasi dan pengiriman ke konsumen.

Pabrik Subang: Progres dan Target Produksi

Proyek pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, disebut telah memasuki tahap akhir konstruksi. Pabrik dengan kapasitas produksi 150.000 unit per tahun itu ditargetkan mulai beroperasi pada Juli atau Agustus 2025. Lokasi pabrik berada di kawasan industri Subang Smartpolitan.

Setelah pabrik beroperasi, BYD berencana merakit model-model seperti Atto 3, Dolphin, dan Seal secara lokal. Langkah ini diyakini bisa menekan harga jual karena terbebas dari bea masuk impor CBU yang mencapai 50 persen untuk mobil listrik.

Dampak ke Konsumen: Harga Bisa Lebih Kompetitif

Dengan produksi lokal, BYD diprediksi bisa menawarkan harga lebih miring dibandingkan saat ini. Saat ini, BYD Atto 3 dibanderol mulai Rp 515 juta, Dolphin Rp 425 juta, dan Seal Rp 629 juta on the road Jakarta. Jika pabrik Subang sudah ngebul, potensi penurunan harga berkisar 10-15 persen.

“Produksi lokal akan membuat rantai pasok lebih pendek dan harga lebih stabil,” tambah sumber di internal BYD. Konsumen yang sudah memesan unit saat ini tetap akan mendapat mobil impor, namun mereka yang menunggu hingga akhir 2025 berpeluang mendapat unit rakitan lokal.

Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks