KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto menyebut penanaman massal ini sebagai kontribusi nyata perusahaan terhadap pelestarian lingkungan. "Kami percaya, menjaga ekosistem mangrove berarti menjaga pesisir, melindungi keanekaragaman hayati, sekaligus memperkuat upaya penyerapan karbon untuk masa depan Indonesia," ujarnya dalam sambutan di acara Gerak Hijau 2026.
Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono. Menurut Diaz, keberadaan mangrove yang tumbuh baik bisa memberikan manfaat hingga puluhan bahkan ratusan tahun ke depan. Ekosistem ini menjadi habitat biota laut, pelindung kawasan pesisir, dan warisan lingkungan bagi generasi mendatang.
Gerak Hijau 2026: Dari Acara Tahunan Menjadi Gerakan Nasional
Untung menekankan bahwa menjaga bumi bukan hanya tanggung jawab perusahaan tambang atau pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat. "Hari ini kita melangkah bersama untuk hidup lebih sehat, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap bumi yang kita cintai," tambahnya. Ia berharap setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini menjadi awal menuju Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Wamen LH Diaz mengapresiasi kolaborasi ini dan mendorong Gerak Hijau tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. "Tetapi menjadi sebuah gerakan. Gerakan untuk mengurangi sampah, menanam pohon, menghemat energi, dan semakin mencintai lingkungan. Kalau setiap orang melakukan satu aksi kecil setiap hari, bayangkan dampaknya ketika dilakukan oleh jutaan masyarakat Indonesia," tuturnya.
ANTAM berkomitmen melanjutkan program rehabilitasi lingkungan di wilayah operasionalnya. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah dalam Nationally Determined Contribution (NDC) untuk menekan emisi karbon melalui restorasi ekosistem pesisir. Dengan total 5.000 bibit yang ditanam, perusahaan optimistis kawasan mangrove yang dipulihkan akan memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat sekitar dalam jangka panjang.