BELITUNG — Ketua LAM Belitung Achmad Hamzah mengatakan keberadaan rumah adat menjadi wadah strategis bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan nilai-nilai budaya Melayu Belitung di tengah derasnya arus modernisasi.
“Kami berharap rumah adat dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda agar mereka semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan nilai-nilai budaya Melayu Belitung di tengah perkembangan zaman,” kata Achmad Hamzah saat menghadiri acara peletakan batu pertama di Tanjung Binga, Rabu.
Anggaran dari Dana Desa untuk Fasilitas Adat
Pembangunan Rumah Adat Belitung di Desa Tanjung Binga didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tanjung Binga Tahun Anggaran 2026. Achmad Hamzah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Tanjung Binga yang telah mengalokasikan dana secara mandiri demi pembangunan fasilitas adat tersebut.
“Selamat atas dimulainya pembangunan Rumah Adat Belitung di Desa Tanjung Binga. Kami berharap rumah adat ini dapat difungsikan sebagai pusat pengembangan adat istiadat, budaya, serta pelestarian kearifan lokal,” ujarnya.
Ruang Publik untuk Seni dan Tradisi Lokal
Menurut Achmad Hamzah, rumah adat tidak hanya berfungsi sebagai simbol identitas daerah, tetapi juga menjadi ruang publik bersama bagi warga. Fasilitas ini direncanakan untuk menggelar berbagai kegiatan kebudayaan, seni, serta tradisi lokal.
Di tengah pesatnya arus modernisasi dan keterbukaan informasi, keberadaan sarana kebudayaan fisik di tingkat desa disebut sangat krusial. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kelestarian kearifan lokal di Kabupaten Belitung.
Dukung Pariwisata Berbasis Budaya di Belitung
Selain memperkuat jati diri daerah, sarana ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya. Achmad Hamzah menambahkan bahwa rumah adat dapat menjadi daya tarik wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat budaya Melayu Belitung.
Pembangunan Rumah Adat Belitung di Tanjung Binga menjadi langkah konkret pelestarian budaya yang digerakkan dari tingkat desa. Inisiatif ini diharapkan dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Kabupaten Belitung.