PANGKALPINANG — Pemprov Babel tidak akan membiarkan warganya kehilangan nyawa hanya karena akses menuju rumah sakit terlalu jauh atau fasilitas pelayanan kritis belum memadai. Untuk itu, pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke di ibu kota provinsi itu disiapkan dengan nilai investasi Rp293 miliar.
Pendanaan proyek strategis tersebut direncanakan melalui skema pinjaman daerah kepada Bank Sumsel Babel, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Gubernur: Fasilitas Kritis Harus Terjangkau Warga Babel
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus diprioritaskan pemerintah. Ia menekankan pentingnya kehadiran negara saat masyarakat membutuhkan pertolongan tercepat.
"Masyarakat harus mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. Kita tidak ingin ada warga Bangka Belitung yang kehilangan kesempatan hidup hanya karena akses menuju rumah sakit terlalu jauh atau fasilitas pelayanan kritis belum memadai," kata Hidayat dalam pernyataannya, baru-baru ini.
Menurut Hidayat, rumah sakit khusus ini adalah investasi untuk menyelamatkan nyawa masyarakat. Ia menambahkan, yang diselamatkan bukan hanya pasien hari ini, melainkan juga masa depan keluarga mereka.
Mengapa Rumah Sakit Jantung dan Stroke Menjadi Prioritas?
Pembangunan fasilitas ini menyasar dua penyakit dengan tingkat kegawatan tinggi yang membutuhkan penanganan cepat. Pada kasus stroke dan serangan jantung, waktu tempuh menuju fasilitas kesehatan sangat menentukan keselamatan pasien.
"Kalau kita berbicara tentang kesehatan, yang kita selamatkan bukan hanya pasien hari ini, melainkan juga masa depan keluarga mereka. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan tercepat," ujar Hidayat.
Kehadiran RS Jantung dan Stroke di Pangkalpinang diharapkan memangkas waktu rujukan pasien yang selama ini kerap harus dibawa ke luar provinsi. Hal ini menjadi angin segar bagi warga Babel yang membutuhkan layanan kardiovaskular dan neurologi darurat.