Pencarian

IHSG Menguat ke 6.219 di Tengah Meredanya Inflasi AS; Analis Buka Peluang Target 6.244

Jumat, 31 Juli 2026 • 12:34:31 WIB
IHSG Menguat ke 6.219 di Tengah Meredanya Inflasi AS; Analis Buka Peluang Target 6.244
IHSG dibuka menguat 0,54 persen ke level 6.219,62 seiring meredanya inflasi AS.

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau, menguat 33,26 poin atau 0,54 persen ke posisi 6.219,62. Indeks LQ45 turut naik 2,54 poin atau 0,41 persen ke level 621,40.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mencermati, selama IHSG bertahan di atas 6.160, indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.244. Jika level itu tertembus, potensi kenaikan berikutnya terbuka ke kisaran 6.268 hingga 6.315.

"Sebaliknya, jika kembali turun di bawah 6.160, IHSG berisiko menguji 6.130 hingga 6.080-6.030 sebagai support berikutnya," ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Inflasi AS Melandai, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,50-3,75 Persen

Sentimen positif datang dari data inflasi inti PCE AS yang hanya naik 0,1 persen month to month (mtm) pada Juni 2026. Realisasi ini lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 0,2 persen, memperkuat harapan bahwa tekanan inflasi mulai mereda.

Bank sentral AS (The Fed) untuk kelima kalinya berturut-turut mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50-3,75 persen. Meski demikian, tiga anggota FOMC memberikan suara berbeda (dissenting vote) dengan mengusulkan kenaikan 25 basis poin.

Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan kebijakan selanjutnya akan tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi dan inflasi, serta mengurangi penggunaan forward guidance. Pertumbuhan ekonomi AS pun melambat, dengan PDB kuartal II-2026 hanya tumbuh 1,5 persen—di bawah estimasi 2,1 persen.

Konflik AS-Iran Masih Bayangi Harga Minyak dan Emas

Ketegangan di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama investor. Konflik AS-Iran yang berlanjut meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global dan berpotensi memicu volatilitas pasar.

Harga minyak Brent turun 1,43 persen ke sekitar 89 dolar AS per barel, sementara WTI melemah 0,87 persen ke sekitar 84 dolar AS per barel. Meski terkoreksi harian, harga minyak masih berada di jalur kenaikan bulanan lebih dari 20 persen akibat konflik tersebut.

Di sisi lain, harga emas naik 0,97 persen ke sekitar 4.105 dolar AS per ons. Penguatan ini didorong pelemahan dolar AS dan meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian global.

Bursa Global Kompak Menguat, dari Eropa hingga Asia

Perdagangan Kamis (30/07) mencatatkan penguatan di hampir seluruh bursa utama dunia. Di Eropa, Euro Stoxx 50 menguat 1,48 persen, DAX Jerman naik 0,60 persen, dan CAC 40 Prancis menguat 0,92 persen. FTSE 100 Inggris menjadi pengecualian dengan pelemahan tipis 0,10 persen.

Wall Street kompak ditutup hijau. S&P 500 menguat 1,66 persen ke level 7.437,63, Nasdaq Composite melonjak 3,36 persen ke 28.106,35, dan Dow Jones Industrial Average naik 1,19 persen ke 52.208,06.

Bursa Asia pagi ini mayoritas menguat. Nikkei melesat 4,51 persen ke 64.660, Kospi melonjak 12,45 persen ke 6.290,54, Shanghai naik 0,83 persen ke 3.836,14, dan Kuala Lumpur menguat 0,76 persen ke 1.721,16. Adapun Hang Seng melemah 0,50 persen ke 25.730,72.

UE Dukung Transportasi Berkelanjutan, MK Batasi Anggaran MBG dari Pos Pendidikan

Dari dalam negeri, Uni Eropa menegaskan komitmennya mendukung pengembangan transportasi berkelanjutan di Indonesia melalui inisiatif Global Gateway. Salah satu proyek utamanya adalah Surabaya Regional Railway Line (SRRL) dengan pendanaan 236 juta Euro dari KfW Development Bank untuk modernisasi dan elektrifikasi jalur komuter Surabaya-Sidoarjo.

"Langkah ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas, mempercepat transisi menuju transportasi rendah karbon, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional," kata Liza.

Di sisi lain, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi boleh menggunakan anggaran pendidikan paling lambat pada APBN 2028. Pemerintah tetap dapat membiayai program tersebut melalui pos APBN lainnya, meski keputusan ini dinilai masih menyisakan tantangan terhadap keberlanjutan pembiayaan program dan kondisi fiskal ke depan.

Follow belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks