Pencarian

Harga Timah Melonjak 56%, PT Timah Raup Pendapatan Rp 10,42 Triliun dan Laba Rp 2,71 Triliun di Semester I 2026

Jumat, 31 Juli 2026 • 13:32:31 WIB
Harga Timah Melonjak 56%, PT Timah Raup Pendapatan Rp 10,42 Triliun dan Laba Rp 2,71 Triliun di Semester I 2026
Suasana aktivitas penambangan bijih timah di wilayah operasional PT Timah, Kepulauan Bangka Belitung.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Laba bersih sepanjang Januari–Juni 2026 itu setara 169% dari target tahunan perusahaan yang dipatok Rp 1,61 triliun. Capaian ini menunjukkan akselerasi signifikan dibanding periode sama tahun sebelumnya yang hanya membukukan laba sekitar Rp 0,30 triliun.

Harga Rata-rata Tembus US$ 50 Ribu per Ton

Kinerja ini ditopang fundamental pasar timah global yang solid. Harga rata-rata Cash Settlement Price di London Metal Exchange (LME) selama Semester I-2026 tercatat US$ 50.319,19 per metrik ton. Angka ini melonjak 56,68% dibanding periode sama tahun sebelumnya yang berada di level US$ 32.115,77 per metrik ton.

Penguatan harga terjadi karena pasokan global masih ketat. Produksi tambang di sejumlah negara produsen utama terbatas, meski persediaan timah di gudang LME meningkat 58,36% menjadi 8.575 ton pada akhir Juni 2026. Berdasarkan CRU Tin Monitor, produksi logam timah global pada Semester I 2026 hanya mencapai 173.536 ton, sementara konsumsinya mencapai 179.256 ton—pasar tetap defisit.

Defisit pasokan ini diperkirakan bakal menopang harga timah pada paruh kedua tahun ini. Permintaan tetap kuat seiring bertumbuhnya industri semikonduktor, elektronik, kendaraan listrik, pusat data, hingga infrastruktur kelistrikan yang didorong transisi energi dan pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Produksi Bijih Timah Naik 75%, Ekspor Masih Dominan

Dari sisi operasional, produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn pada Semester I 2026. Angka ini meningkat 75% dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 6.997 ton Sn. Kenaikan ini didorong optimalisasi produktivitas dan penambahan unit operasi, termasuk Kapal Isap Produksi (KIP), Ponton Isap Produksi (PIP), serta tambang darat kemitraan.

Produksi logam timah juga naik 58% menjadi 10.865 metrik ton Sn. Adapun volume penjualan logam timah mencapai 10.984 metrik ton, meningkat 85% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Harga jual rata-rata logam timah perseroan ikut terkerek naik 52% menjadi US$ 49.794 per metrik ton.

Pasar ekspor masih mendominasi penjualan dengan kontribusi 97%, sementara pasar domestik hanya 3%. Enam negara tujuan ekspor utama meliputi China (36%), India (12%), Korea Selatan (11%), Singapura (6%), Belanda (5%), dan Italia (5%).

Aset Tumbuh 21%, ROE Melonjak ke 25,74%

Kinerja positif ini turut memperkuat posisi keuangan perusahaan. Total aset PT Timah meningkat 21% menjadi Rp 16,45 triliun dibanding posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp 13,64 triliun. Ekuitas perseroan juga naik 25% menjadi Rp 10,55 triliun, didukung oleh pencapaian laba bersih selama semester berjalan.

Profitabilitas perseroan menunjukkan perbaikan tajam. Margin usaha (operating margin) tercatat 33,24%, naik dari 9,01% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Margin bersih (net profit margin) melesat ke 26,05% dari sebelumnya 7,11%. Return on Equity (ROE) melonjak ke 25,74%, menunjukkan kemampuan perseroan memanfaatkan modal untuk menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

Direksi PT Timah menyatakan strategi transformasi operasional dan bisnis mampu menghasilkan pertumbuhan berkualitas di tengah dinamika industri global. "Peningkatan produktivitas, disiplin dalam pengelolaan biaya, serta optimalisasi operasi menjadi faktor utama yang mendorong pencapaian tersebut," demikian pernyataan resmi perusahaan.

Ke depan, perseroan optimistis mempertahankan momentum positif pada Semester II 2026. Eksplorasi di darat dan laut terus digencarkan untuk menjaga keberlangsungan sumber daya dan cadangan. Hingga Semester I 2026, perseroan mencatat sumber daya timah sebesar 798 ribu ton dan cadangan 312 ribu ton sebagai fondasi keberlanjutan operasional.

Follow belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tambang.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks