Pencarian

Blokade Laut Iran oleh AS Kian Meluas, 35 Kapal Niaga Dipaksa Ubah Rute di Selat Hormuz

Senin, 03 Agustus 2026 • 14:50:01 WIB
Blokade Laut Iran oleh AS Kian Meluas, 35 Kapal Niaga Dipaksa Ubah Rute di Selat Hormuz
kapal niaga dialihkan rutenya oleh militer AS di Selat Hormuz hingga Minggu (2/8).

JAKARTA — Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah memasuki fase baru. Militer AS melalui CENTCOM mengklaim telah mengalihkan rute puluhan kapal dagang yang melintasi kawasan tersebut, menyusul pemberlakuan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

"Hingga Minggu (2/8), CENTCOM telah mengalihkan rute 35 kapal niaga," demikian pernyataan resmi CENTCOM di platform X, yang dikutip Senin.

Selain memaksa kapal berbelok arah, pasukan AS juga melumpuhkan dua kapal dan melakukan penggeledahan terhadap dua kapal lainnya di perairan tersebut.

Kronologi: Dari Gencatan Senjata ke Blokade Total

Ketegangan ini berakar dari perjanjian yang sebenarnya sempat tercapai. Pada 18 Juni, Iran dan AS menandatangani memorandum untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari.

Namun, kesepakatan itu hanya bertahan kurang dari sebulan. Sejak 8 Juli, pasukan AS kembali melancarkan serangkaian serangan ke wilayah Iran. CENTCOM menyebut operasi tersebut sebagai bentuk balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Respons Iran: Menutup Jalur Minyak Dunia

Teheran tidak tinggal diam. Pasukan Iran merespons dengan melancarkan serangan ke pangkalan-pangkalan militer AS yang tersebar di Timur Tengah.

Puncaknya, pada 12 Juli Iran mengumumkan penutupan total Selat Hormuz. Keputusan ini diambil menyusul aksi saling serang yang terus berlanjut antara kedua pihak. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak dunia, yang mengangkut sekitar seperlima konsumsi minyak global setiap harinya.

Trump Menyatakan Diri sebagai "Penjaga" Perairan

Sehari setelah penutupan tersebut, Presiden AS Donald Trump mengambil sikap tegas. Pada 13 Juli, Trump menyatakan pihaknya akan berperan sebagai "penjaga" perairan Selat Hormuz. Ia juga secara resmi memberlakukan kembali blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Langkah ini menandakan bahwa Washington tidak akan mundur dari tekanan militer, meskipun ada risiko gangguan terhadap rantai pasok energi global.

Dampak bagi Indonesia dan Harga Energi

Konflik yang terus memanas ini berpotensi mempengaruhi harga minyak mentah dunia, yang pada akhirnya berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif logistik di dalam negeri.

Belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri RI mengenai evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan Teluk. Pemerintah Indonesia sebelumnya telah mengimbau agar WNI di Timur Tengah meningkatkan kewaspadaan dan menghindari area konflik.

Situasi di Selat Hormuz diperkirakan masih akan tegang dalam beberapa pekan ke depan, seiring dengan belum adanya sinyal dialog baru antara kedua negara.

Follow belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks