PANGKALPINANG — Kebiasaan menanam pohon di lingkungan sekolah tengah digaungkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK). Langkah ini diambil untuk menjaga kelestarian alam sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini di kalangan pelajar.
Ketua TP PKK Kepulauan Babel Noni Hidayat menanam langsung pohon butun di SMAN 1 Sijuk, Kabupaten Belitung, Rabu. Menurutnya, tradisi serupa sudah mengakar di sekolah tersebut dan perlu ditularkan ke seluruh sekolah di provinsi kepulauan ini.
Pohon Butun: Lambang Ketahanan Masyarakat Pesisir
Pohon butun bukan sekadar tanaman peneduh. Kepala SMAN 1 Sijuk Eny Susilowaty menjelaskan, pohon yang tumbuh subur di pesisir Pulau Belitung ini memiliki akar kuat yang mampu menahan abrasi, daunnya rindang, dan buahnya bermanfaat.
"Kami kali ini memilih pohon butun untuk ditanam oleh Ketua TP PKK Kepulauan Babel, karena pohon ini memiliki akar yang kuat menahan abrasi, daunnya rindang dan buahnya bermanfaat," ujar Eny.
Dia menambahkan, pohon butun menjadi lambang ketahanan dan kearifan lokal masyarakat pesisir di daerah itu. Penanaman pohon ini juga menjadi penanda bahwa Noni Hidayat pernah singgah di sekolah tersebut sebagai tokoh penting di Kepulauan Babel.
Bukan Sekadar Menanam, Ada Edukasi PHBS dan Siaga Bencana
Kunjungan kerja Noni Hidayat ke SMAN 1 Sijuk tidak berhenti pada seremoni penanaman pohon. Rombongan TP PKK Provinsi Kepulauan Babel juga memberikan edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada para siswa dan siswi.
Selain itu, bantuan berupa jas hujan diserahkan kepada ratusan siswa dan siswi SMAN 1 Sijuk. TP PKK juga menyampaikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) mengenai pencegahan kebencanaan selama musim kemarau di daerah itu.
Noni mengajak generasi muda untuk aktif menanam pohon dan menjaga lingkungan. Menurutnya, aksi kecil yang dilakukan secara konsisten akan menumbuhkan harapan baru bagi masa depan daerah.
"Penanaman pohon ini menjadi simbol kebaikan dan perlindungan bagi alam dan generasi penerus bangsa ini," kata Noni.
Ia menegaskan kebiasaan menanam pohon harus terus digaungkan ke seluruh sekolah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tujuannya, kearifan lokal ini selalu terjaga dengan baik untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekolah.