Pencarian

Ekonomi Bangka Belitung Tumbuh 4,01 Persen di Triwulan II 2026, Melambat dari Kuartal Sebelumnya

Kamis, 06 Agustus 2026 • 13:10:01 WIB
Ekonomi Bangka Belitung Tumbuh 4,01 Persen di Triwulan II 2026, Melambat dari Kuartal Sebelumnya
Pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung triwulan II 2026 tercatat 4,01 persen, melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.

PANGKALPINANG — Pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung pada triwulan II 2026 tetap bertumpu pada sektor domestik. Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, menyebutkan berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi daerah masih tumbuh cukup tangguh meski ada ketidakpastian global.

"Berdasarkan rilis BPS, ekonomi Bangka Belitung pada triwulan II 2026 tetap menunjukkan pertumbuhan yang cukup tangguh di tengah ketidakpastian global," kata Rommy dalam keterangan resmi di Pangkalpinang, Kamis.

Warung Kopi dan Program MBG Jadi Penopang Utama

Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi motor pertumbuhan terbesar. Aktivitas warung makan dan warung kopi yang meningkat, ditambah implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mendorong konsumsi masyarakat.

Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ikut menggerakkan sektor konstruksi. Momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha juga meningkatkan aktivitas ekonomi warga.

Sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, jaminan sosial wajib, perdagangan, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan turut berkontribusi positif. Namun, industri pengolahan dan pertambangan masih belum memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Belanja Pemerintah dan Gaji Ke-13 Dorong Konsumsi Rumah Tangga

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) menjadi penopang utama. Realisasi belanja pemerintah yang meningkat, termasuk pencairan gaji ke-13 aparatur sipil negara (ASN), mendorong daya beli.

Kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan, budaya, olahraga massal, dan festival daerah juga menopang konsumsi masyarakat pada periode tersebut.

Investasi Fisik Menguat, Ekspor Masih Tertekan

Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mencatat pertumbuhan positif seiring realisasi pembangunan fisik. Beberapa proyek yang berjalan antara lain pembangunan SPPG, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Garuda, perbaikan jalan dan jembatan, serta pembangunan pelabuhan.

Peningkatan pembelian kendaraan bermotor baru turut mendorong investasi. Namun, kinerja ekspor masih menghadapi tekanan akibat belum pulihnya sektor komoditas utama seperti timah, lada, dan karet.

Strategi BI: Hilirisasi dan Penguatan UMKM

Menghadapi kondisi ini, BI Bangka Belitung berkomitmen menjaga stabilitas perekonomian daerah sekaligus mendorong sumber pertumbuhan baru. Sejumlah langkah strategis akan diperkuat, termasuk mendorong investasi hilirisasi di sektor perkebunan dan industri pengolahan.

Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal juga menjadi prioritas. BI mendukung implementasi Asta Cita untuk mewujudkan swasembada pangan, mempercepat digitalisasi UMKM, serta memperkuat ekosistem ekonomi syariah.

Penggunaan transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) akan terus digencarkan. BI memandang prospek perekonomian Bangka Belitung ke depan tetap positif, sehingga diperlukan optimisme dan sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.

Follow belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks