Kementerian Koperasi Gandeng Banyak Lembaga dalam Proyek Koperasi Merah Putih

Penulis: Ragil  •  Senin, 11 Mei 2026 | 18:10:07 WIB
Menteri Koperasi tandatangani kerja sama dengan berbagai lembaga untuk penguatan Koperasi Merah Putih.

Kementerian Koperasi baru-baru ini menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga, termasuk Kementerian PPPA dan BPJS Ketenagakerjaan, untuk memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kolaborasi ini bertujuan mengintegrasikan berbagai layanan, seperti produk kelompok perempuan dan layanan kesehatan, ke dalam ekosistem koperasi.

Upaya penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih semakin terlihat dengan adanya penandatanganan kerja sama antara Kementerian Koperasi dan berbagai kementerian serta lembaga, termasuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN), BPJS Ketenagakerjaan, dan Badan Standardisasi Nasional (BSN). Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk menghubungkan program-program pemerintah dengan masyarakat di tingkat desa.

Integrasi Layanan untuk Masyarakat

Ferry menjelaskan bahwa kerja sama ini akan membantu unit-unit kegiatan di Kementerian PPPA dan BKKBN untuk bertransformasi menjadi badan usaha koperasi. Produk-produk yang dihasilkan oleh kelompok perempuan akan dijual melalui gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. "Kami ingin memaksimalkan hasil produksi dari kelompok perempuan agar dapat dijual di koperasi," ujarnya.

Koperasi ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat ekonomi, tetapi juga sebagai titik layanan masyarakat. Salah satu inisiatif yang dihasilkan adalah pembukaan gerai obat dan klinik kesehatan. "Gerai ini akan menjadi outlet untuk produk dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, sekaligus berfungsi sebagai unit pelayanan bagi perempuan dan anak," tambah Ferry.

Perlindungan bagi Pekerja Koperasi

Dalam kerja sama ini, Kementerian Koperasi juga berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan sosial bagi pekerja yang terlibat di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Selain itu, BSN akan membantu dalam standarisasi produk koperasi, sementara Pusat Investasi Pemerintah (PIP) akan mendukung pembiayaan untuk kelompok usaha melalui skema keuangan mikro.

Menurut Ferry, "Standarisasi produk dan perlindungan pekerja sangat penting agar hasil dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat diterima dengan baik di pasar." Dengan adanya dukungan ini, diharapkan koperasi dapat beroperasi secara lebih efisien dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Peran Perempuan dalam Pengurus Koperasi

Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menegaskan pentingnya melibatkan perempuan dalam struktur pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. "Kami mendorong agar ada unsur perempuan dalam kepengurusan," ujarnya. Arifah menambahkan bahwa perempuan sering kali lebih progresif dalam mengembangkan usaha koperasi. "Banyak koperasi yang saya kunjungi, justru perempuan yang terlihat lebih aktif dan inovatif," ungkapnya.

Dengan kolaborasi ini, diharapkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama perempuan dan anak-anak. Kerja sama ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberdayakan masyarakat melalui koperasi yang terintegrasi dengan berbagai program sosial dan ekonomi.

Reporter: Ragil
Sumber: cnbcindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top