Pencarian

BMKG Sebut Musim Kemarau 2026 di Bangka Belitung Lebih Panjang dan Kering, 4 Wilayah Jadi Prioritas Antisipasi Kekeringan

Rabu, 03 Juni 2026 • 17:25:01 WIB
BMKG Sebut Musim Kemarau 2026 di Bangka Belitung Lebih Panjang dan Kering, 4 Wilayah Jadi Prioritas Antisipasi Kekeringan
Wilayah Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung Barat, dan Belitung Timur jadi prioritas antisipasi kekeringan musim kemarau 2026.

PANGKALPINANG — Empat wilayah di Bangka Belitung masuk daftar prioritas antisipasi kekeringan pada puncak musim kemarau tahun ini. Kepala BMKG Kepulauan Babel Eko Sulistyo Nugroho mengidentifikasi daerah-daerah tersebut bakal menerima curah hujan paling rendah dibandingkan wilayah sekitarnya.

Empat Wilayah Prioritas Kekeringan di Bangka Belitung

Wilayah yang dimaksud adalah Bangka Barat bagian barat, Bangka Selatan, Belitung bagian barat, dan Belitung Timur bagian timur. Di Bangka Barat, kecamatan yang paling rentan meliputi Muntok, Simpang Teritip, dan Tempilang.

Sementara di Bangka Selatan, potensi kekeringan terjadi di Kecamatan Toboali, Tukak Sadai, Lepar Pongok, serta sebagian Air Gegas dan Pulau Besar. Adapun di Belitung, kondisi serupa diperkirakan terjadi di bagian barat, sedangkan Belitung Timur di bagian timur.

Wilayah Lain yang Juga Terdampak

Tidak hanya empat prioritas itu, beberapa daerah lain juga berpotensi mengalami kemarau ekstrem. Di Kabupaten Bangka, kondisi kering relatif merata, terutama di Kecamatan Mendo Barat dan Merawang. Sementara untuk Kota Pangkalpinang, seluruh kecamatan diperkirakan mengalami dampak serupa.

"Musim kemarau tahun ini lebih kering, sehingga berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan," kata Eko di Pangkalpinang, Rabu (3/6/2026), melansir Antara.

Di Kabupaten Bangka Tengah, sebagian besar wilayah juga diperkirakan kering, meski curah hujan sedikit lebih tinggi masih mungkin terjadi di sebagian Kecamatan Koba dan Lubuk Besar.

Penyebab: El Nino Godzilla dan Curah Hujan Rendah

Fenomena El Nino Godzilla menjadi pemicu utama memanjangnya musim kemarau di provinsi penghasil timah ini. Kondisi itu membuat curah hujan jauh berkurang sejak awal musim kemarau yang sudah berlangsung.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersiap sejak sekarang. Langkah antisipasi seperti penyediaan air bersih, pemantauan titik panas, dan larangan membakar lahan dinilai penting untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Bagikan
Sumber: metrotvnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks