Pencarian

Jaecoo J5 EV Guncang Pasar Mobil Listrik Semester I 2026, BYD Atto 1 Tertinggal Jauh

Rabu, 22 Juli 2026 • 10:40:31 WIB
Jaecoo J5 EV Guncang Pasar Mobil Listrik Semester I 2026, BYD Atto 1 Tertinggal Jauh
Jaecoo J5 EV mendominasi pasar mobil listrik Indonesia pada semester I 2026 dengan distribusi 16.990 unit.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengonfirmasi Jaecoo J5 EV sebagai penguasa pasar mobil listrik paruh pertama 2026. SUV lima penumpang buatan China di bawah naungan Chery itu membukukan distribusi 16.990 unit, unggul signifikan dari para pesaingnya.

BYD Kuasai Papan Tengah, Geyley Mulai Menekan

Di bawah Jaecoo, BYD masih menjadi pabrikan dengan representasi terbanyak di papan atas. Atto 1 menempati posisi kedua dengan 10.116 unit, disusul M6 di urutan keempat (5.844 unit), dan Sealion 7 di posisi kelima (4.156 unit). Jarak antara Jaecoo J5 EV dan Atto 1 mencapai hampir 7.000 unit, menunjukkan dominasi yang sulit dikejar dalam waktu dekat.

Geely EX2 muncul sebagai kejutan di posisi ketiga dengan penjualan 6.582 unit. Model ini mengungguli BYD M6 dan Sealion 7, sekaligus menandai agresivitas Geely di segmen mobil listrik entry-level. Satu model Geely lainnya, EX5, masuk 10 besar di posisi kedelapan dengan 1.587 unit.

Wuling dan GAC Isi Posisi Bawah, Denza D9 Menyusup

Pabrikan dalam negeri, Wuling, menempatkan dua modelnya di papan bawah. Darion EV berada di peringkat keenam dengan 3.071 unit, sedangkan Eksion EV menghuni posisi kesepuluh dengan 1.520 unit. Angka ini masih di bawah performa Geely EX2 yang merupakan model anyar di pasar.

Denza D9, mobil listrik premium dari jalur BYD, mencatat distribusi 2.823 unit dan menempati peringkat ketujuh. Pencapaian ini impresif mengingat segmen MPV listrik mewah masih sempit di Indonesia. Sementara itu, GAC Aion V melengkapi daftar 10 besar di posisi kesembilan dengan 1.578 unit.

Lonjakan Pasar Tanpa Insentif, Apa Artinya?

Pertumbuhan pasar mobil listrik semester I 2026 mencapai 80,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (38.576 unit). Angka ini menjadi sinyal positif bagi industri, terutama karena terjadi tanpa insentif fiskal yang sebelumnya dijanjikan pemerintah. Analis menduga faktor utama pendorongnya adalah masuknya model-model baru dengan harga lebih kompetitif, seperti Jaecoo J5 EV dan Geely EX2.

Meski demikian, ketergantungan pada model baru sebagai motor pertumbuhan menyisakan pertanyaan. Jika tidak ada insentif dan model baru berhenti masuk, pasar bisa kembali stagnan. Data Gaikindo ini setidaknya menjadi peta jalan bagi pabrikan untuk menentukan strategi di sisa tahun 2026.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks