Pencarian

Gubernur Babel Hidayat Arsani Jadikan Kuliner Khas Daerah sebagai Investasi Baru, Target Serap Tenaga Kerja Lokal

Selasa, 28 Juli 2026 • 07:53:31 WIB
Gubernur Babel Hidayat Arsani Jadikan Kuliner Khas Daerah sebagai Investasi Baru, Target Serap Tenaga Kerja Lokal
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani meresmikan restoran Lempah & Seafood Ketapang di Pangkalpinang sebagai bagian dari investasi sektor kuliner khas daerah.

PANGKALPINANG — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani secara resmi membuka restoran Lempah & Seafood Ketapang di Pangkalpinang pada Senin. Langkah itu menjadi sinyal baru bahwa sektor kuliner khas daerah mulai diperlakukan sebagai instrumen investasi strategis, bukan sekadar usaha sampingan.

"Saya menyakini kuliner ini mampu memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja hingga penguatan pariwisata daerah," kata Hidayat Arsani.

Lempah Kuning: Dari Meja Makan ke Panggung Ekonomi

Lempah, hidangan berbasis ikan khas Bangka, selama ini lebih dikenal sebagai sajian rumahan. Kini, pemerintah daerah mendorongnya naik kelas menjadi daya tarik wisata utama. Menurut Hidayat, kekayaan hasil laut yang melimpah menjadi modal utama untuk mengembangkan kuliner ini secara lebih serius.

"Lempah merupakan kuliner khas daerah ini yang telah menjadi identitas masyarakat Kepulauan Babel. Dipadukan dengan kekayaan hasil laut yang melimpah, potensi tersebut harus terus dikembangkan agar mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Investasi Skala Besar, UMKM Tetap Jalan

Kekhawatiran bahwa kehadiran restoran besar akan mematikan usaha kecil sempat muncul. Hidayat menepisnya dengan tegas. Ia menyebut restoran semacam Lempah & Seafood Ketapang justru menjadi pelengkap ekosistem yang bisa saling menguntungkan.

"Kehadiran restoran ini bukan untuk mematikan usaha kecil lainnya, tetapi menjadi pelengkap yang dapat bersama-sama menggerakkan perekonomian, meningkatkan dunia pariwisata serta memberikan manfaat bagi masyarakat," jelasnya.

Restoran berskala besar disebut mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah signifikan. Meski tidak dirinci angkanya, Gubernur menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk harus memberikan dampak langsung pada warga sekitar.

Ekonomi Babel Tumbuh 4,09 Persen, Kuliner Jadi Motor Baru

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Kepulauan Bangka Belitung secara kumulatif mencapai 4,09 persen (c-to-c) pada 2025. Angka itu melonjak tajam dibandingkan 0,77 persen pada tahun sebelumnya. Hidayat meyakini tren ini akan terus berlanjut seiring bertambahnya nilai investasi dan perkembangan dunia usaha, termasuk di sektor kuliner.

"Kami bersama Pemkot Pangkalpinang berkomitmen terus menjamin iklim investasi yang sehat agar para pelaku usaha dapat berkembang pesat serta berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah ini," katanya.

Pemilik Restoran: Ini Soal Identitas, Bukan Sekadar Bisnis

Owner Lempah & Seafood Ketapang, Wina, mengaku membuka usaha ini bukan semata-mata karena prospek ekonomi. Ada dorongan emosional yang lebih dalam: kecintaan terhadap warisan kuliner Bangka.

"Lempah kuning bukan sekadar sajian di meja makan, melainkan identitas budaya masyarakat Negeri Serumpun Sebalai yang wajib dilestarikan," ujarnya.

Pernyataan Wina memperkuat argumen Gubernur bahwa kuliner daerah bukan hanya soal rasa, melainkan juga tentang keberlanjutan budaya dan identitas lokal yang bisa dikapitalisasi secara ekonomi tanpa kehilangan akar.

Follow belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks