Pencarian

Menteri Lingkungan Hidup RI Kritik Negara Maju yang Mundur dari Tanggung Jawab Iklim di Forum BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 • 12:22:01 WIB
Menteri Lingkungan Hidup RI Kritik Negara Maju yang Mundur dari Tanggung Jawab Iklim di Forum BRICS
Menteri Lingkungan Hidup RI, Moh Jumhur Hidayat, menyampaikan kritik terhadap negara maju yang mundur dari komitmen iklim dalam forum BRICS.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Menteri Lingkungan Hidup RI, Moh Jumhur Hidayat, menengarai adanya negara maju dengan kekuatan ekonomi besar yang memilih mundur dari komitmen bersama mengatasi polusi dan perubahan iklim. Padahal, bobot ekonomi negara-negara tersebut terus menyumbang sebagian besar emisi global. Pernyataan itu disampaikan Jumhur dalam forum yang dihadiri 10 dari 11 negara anggota BRICS tersebut.

Menurut Jumhur, cara mengelola sumber daya alam, membentuk lanskap, mencegah degradasi lingkungan, dan membangun ketahanan pada akhirnya akan menentukan keberlanjutan pembangunan suatu negara. Ia menekankan bahwa kehadiran BRICS dalam lanskap global membuka ruang bagi kearifan lokal untuk ikut memitigasi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Indonesia Soroti Kerentanan Negara Kepulauan

Dalam kesempatan itu, Indonesia menggarisbawahi pentingnya melindungi keanekaragaman hayati, baik darat maupun laut, sebagai fondasi ekosistem yang sehat dan ketahanan iklim. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau, Indonesia berada di garis depan perubahan iklim.

Lebih dari 60 persen penduduk Indonesia tinggal di daerah pesisir. Kenaikan permukaan laut, peristiwa cuaca ekstrem, dan bencana terkait iklim telah memengaruhi masyarakat di seluruh kepulauan. Jumhur menyebut ancaman ini bukan sesuatu yang jauh, melainkan dapat merusak kemajuan pembangunan dan mendorong masyarakat rentan kembali ke kemiskinan.

Keanekaragaman Hayati sebagai Modal Ketahanan

Indonesia merupakan rumah bagi salah satu keanekaragaman hayati terkaya di dunia dengan lebih dari 300 ribu spesies yang diketahui. Data tersebut mencakup hampir sepuluh persen tumbuhan berbunga di dunia, 14 persen mamalia, dan 18,6 persen burung.

Ekosistem laut Indonesia yang terletak di jantung Segitiga Karang juga menjadi habitat bagi 23 persen hutan mangrove dan 16 persen spesies ikan laut global. Keanekaragaman hayati ini dinilai mendukung jasa ekosistem yang penting untuk mitigasi iklim, adaptasi, dan ketahanan jutaan mata pencaharian.

Kegiatan diawali dengan pernyataan dari Menteri Lingkungan, Kehutanan, dan Perubahan Iklim India, Shri Bhupender Yadav, dilanjutkan dengan pernyataan dari delegasi Indonesia. Pertemuan ini menjadi ajang bagi negara-negara berkembang untuk menyuarakan kepentingan bersama dalam tata kelola lingkungan global.

Follow belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: viva.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks