PANGKALPINANG — Risiko kecelakaan kapal di perairan Bangka Belitung meningkat drastis dalam beberapa pekan terakhir. Kepala BPBD Babel Budi Utama menyebut perubahan cuaca yang sangat cepat menjadi ancaman utama, terutama bagi kapal nelayan tradisional yang tak mampu melawan gelombang tinggi dan angin kencang.
"Selama fenomena El Nino ini diharapkan nelayan tidak melaut untuk menghindari kecelakaan kapal di laut," kata Budi Utama di Pangkalpinang, Minggu (17/5/2026) dikutip dari Antara.
Kapal Nelayan Tradisional Paling Terancam
Budi menjelaskan, karakter cuaca di perairan Babel berubah secara tiba-tiba. Kondisi laut yang tampak tenang bisa berubah menjadi ekstrem dalam hitungan menit, disertai hujan lebat dan gelombang tinggi. Hal ini sangat membahayakan kapal-kapal kecil milik nelayan setempat.
"Potensi kecelakaan kapal nelayan di tengah laut cukup tinggi, seperti kejadian beberapa waktu lalu kapal nelayan Bangka tenggelam akibat diterjang angin kencang," ujarnya.
BPBD mencatat, kapal tradisional tanpa teknologi navigasi modern menjadi pihak paling rentan dalam kondisi ini. Para nelayan diimbau untuk tidak memaksakan diri melaut meski cuaca di pagi hari terlihat cerah.
Wisatawan Pantai Jangan Berenang Saat Cuaca Buruk
Selain nelayan, BPBD Babel juga menyoroti aktivitas wisatawan di objek wisata pantai, terutama pada akhir pekan. Budi meminta pengelola wisata dan orang tua untuk lebih ketat mengawasi pengunjung yang bermain atau berenang di laut.
"Kita bersama pengelola objek wisata pantai ini terus menyosialisasikan dan mengimbau para pengunjung tidak berenang di pantai jika kondisi cuaca tiba-tiba memburuk, karena dapat membahayakan keselamatannya," kata Budi Utama.
Cuaca Ekstrem Diprediksi Berlangsung hingga Awal Juni
Budi Utama menegaskan bahwa fenomena El Nino di perairan Bangka Belitung diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal Juni 2026. Selama periode tersebut, aktivitas penangkapan ikan di laut dinilai belum aman untuk dilakukan.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca secara real-time. Imbauan kepada nelayan dan masyarakat pesisir akan diperbarui jika kondisi dinilai sudah mulai membaik.