Susanti mengaku prihatin dengan temuan di lapangan selama lebih dari satu dekade terakhir. Ia menyebut banyak warga Pangkalpinang yang masih berada di usia produktif harus menjalani cuci darah akibat gagal ginjal atau terserang stroke.
"Dari tahun 2013 sampai sekarang, saya sering menemukan warga kita, terutama di Pangkalpinang, yang usia muda sudah terkena stroke bahkan harus cuci darah," ungkapnya dalam sambutan di posyandu setempat.
Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji dan pola makan tak terkontrol menjadi faktor dominan yang memperburuk kondisi kesehatan masyarakat.
Edukasi untuk Ibu Hamil dan Keluarga Muda
Dalam kesempatan itu, Susanti tidak hanya menyasar warga umum. Ia secara spesifik meminta kader Posyandu dan tenaga kesehatan untuk gencar memberikan edukasi kepada ibu hamil serta keluarga muda. Menurutnya, pemahaman tentang pola hidup sehat harus ditanamkan sejak awal pembentukan keluarga.
"Kita harus terus mengedukasi masyarakat agar lebih sadar menjaga kesehatan keluarga, terutama pola makan dan aktivitas sehari-hari," kata Susanti.
Ia menekankan bahwa pencegahan jauh lebih murah dan efektif dibandingkan pengobatan penyakit kronis yang memakan biaya besar.
Rutin Olahraga 15 Menit dan Contoh dari Lansia Sehat
Susanti mengajak warga memulai kebiasaan sederhana namun konsisten. Ia mencontohkan, olahraga ringan selama 15 menit setiap hari sudah cukup untuk menjaga kebugaran tubuh jika dilakukan secara rutin.
"Walaupun gerakan kecil, kalau rutin pasti bermanfaat," ujarnya.
Ajakan itu diperkuat dengan kehadiran seorang lansia sehat bernama Asmana Arief, 77 tahun, yang usai menjalani pemeriksaan kesehatan di posyandu dinyatakan dalam kondisi baik. Susanti menyebut kondisi Asmana bisa menjadi inspirasi bagi warga lain untuk tetap menjaga kesehatan hingga usia lanjut.
"Nah, ini patut menjadi contoh bagi kita semua. Di usia 77 tahun, beliau tetap sehat dan aktif," tutupnya.