TANGERANG — Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta mengidentifikasi dua pola utama yang kerap dipakai calon jamaah haji ilegal dan oknum travel nakal untuk menembus pengawasan petugas. Pola pertama adalah modus wisata, di mana calon jamaah berpura-pura hendak berlibur ke Kuala Lumpur atau Singapura, lalu melanjutkan penerbangan ke Jeddah atau Madinah setelah transit.
Modus kedua memanfaatkan visa kerja resmi Arab Saudi, yang disebut Visa Amil Work. Visa yang seharusnya digunakan untuk bekerja secara legal di Arab Saudi itu justru disalahgunakan untuk melaksanakan ibadah haji. Pemegang visa jenis ini biasanya terikat dengan sponsor (kafil) dan wajib mengurus izin tinggal (iqamah).
Bagaimana Petugas Mendeteksi Calon Jamaah Ilegal Sebelum Check-in?
Sistem profiling penumpang menjadi senjata utama Imigrasi. Data penumpang sudah dapat dianalisis bahkan sebelum mereka tiba di bandara untuk check-in. Sistem ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, hingga Kepolisian.
Selain itu, Imigrasi menerapkan sistem SOI (Subject of Interest). Sistem ini secara otomatis memicu alarm saat paspor calon jamaah yang pernah tercatat melakukan percobaan haji ilegal pada tahun sebelumnya dipindai di konter Imigrasi. Petugas pun langsung dapat melakukan tindakan pencegahan.
89 Orang Dicegah, Polisi Kini Selidiki Travel Nakal
Sepanjang fase pemberangkatan haji tahun ini, Imigrasi mencegah keberangkatan 89 orang, terdiri dari 40 laki-laki dan 49 perempuan. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan 721 orang pada periode yang sama tahun lalu.
"Ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat mulai sadar sekaligus takut untuk menggunakan jalur-jalur ilegal dalam pelaksanaan haji," ujar Jerry Prima di Tangerang, Sabtu.
Hasil pencegahan tersebut kini ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Kepolisian dari Polresta Bandara Soekarno-Hatta telah melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk menelusuri travel-travel nakal yang mengorganisir keberangkatan nonprosedural tersebut. Penanganan lanjutan dari hasil pencegahan telah diserahkan ke kepolisian untuk proses hukum.
Komitmen Pengawasan ke Depan
Dengan ditutupnya fase pemberangkatan haji tahun ini, Imigrasi Soekarno-Hatta berkomitmen memperkuat pengawasan lalu lintas penerbangan jamaah haji. Tujuannya melindungi warga negara Indonesia dari jerat sindikat haji ilegal.
"Kita pastikan upaya pengawasan akan terus diperkuat agar ke depan kasus-kasus haji ilegal ini tidak terjadi lagi," kata Jerry.