BANGKA — Pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Bangka pada 2024 tercatat sebesar Rp303.175, turun 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp324.548. Penurunan ini memutus tren kenaikan yang terjadi pada 2022 dan 2023, sekaligus menempatkan Kabupaten Bangka di peringkat keempat dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Selisih Rp21.373 per Kapita, Posisi Nasional di Urutan 133
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat setiap penduduk Kabupaten Bangka kehilangan rata-rata Rp21.373 per bulan dibandingkan tahun sebelumnya untuk kategori aneka barang dan jasa. Secara nasional, daerah ini berada di urutan 133 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia, dan peringkat 30 di Pulau Sumatera.
Sepanjang tujuh tahun pengamatan sejak 2018, pengeluaran kategori ini bergerak naik-turun. Sempat menyentuh titik terendah pada 2020 dan 2021, lalu melonjak ke rekor tertinggi pada 2023, sebelum kembali terkontraksi tahun lalu.
Belanja Makanan Naik, Non-Makanan Tertekan
Untuk kategori pengeluaran total makanan dan bukan makanan, Kabupaten Bangka mencatat nilai Rp1.825.982 per kapita per bulan pada 2024, turun tipis 0,2 persen. Rinciannya, pengeluaran makanan mencapai Rp946.715 (naik 1 persen), sementara pengeluaran bukan makanan justru mengalami tekanan.
Kondisi berbeda terjadi di tiga daerah tetangga. Kota Pangkal Pinang, Kabupaten Belitung Timur, dan Kabupaten Belitung justru mencatat pertumbuhan positif di seluruh kategori pengeluaran sepanjang 2024.
Pangkal Pinang Juara, Belitung Timur dan Belitung di Atas Bangka
Kota Pangkal Pinang secara konsisten memimpin seluruh indikator pengeluaran di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Total pengeluaran per kapita per bulan di ibu kota provinsi ini mencapai Rp2.501.340 pada 2024, tumbuh 9,8 persen. Pengeluaran makanan mencapai Rp1.116.275 dan bukan makanan Rp1.385.065, semuanya tumbuh positif.
Kabupaten Belitung Timur berada di peringkat kedua dengan total pengeluaran Rp2.135.820 per kapita per bulan (naik 2,4 persen), meski pengeluaran bukan makanan turun tipis 0,3 persen. Sementara Kabupaten Belitung di peringkat ketiga mencatat total Rp2.102.480, dengan kenaikan 5,2 persen dan seluruh kategori tumbuh positif.
Kabupaten Bangka Tengah Paling Terpukul
Di bawah Kabupaten Bangka, terdapat Kabupaten Bangka Tengah dengan nilai pengeluaran aneka barang dan jasa Rp288.229, turun 0,7 persen. Peringkat Kabupaten Bangka di tingkat provinsi tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya, tetap di urutan keempat.