KOBA — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mengembangkan kawasan mangrove di Pantai Terentang sebagai destinasi wisata berbasis konservasi. Kawasan ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai benteng alami pesisir, tetapi juga menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Harapan itu disampaikan oleh Ahmad Syarifullah saat menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Bangka Tengah di Pantai Terentang, Kamis. Ia menekankan bahwa keberadaan mangrove memiliki fungsi vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan mitigasi perubahan iklim.
Mangrove sebagai Benteng Abrasi dan Sumber Ekonomi Baru
"Harapan kita, mangrove yang ditanam hari ini terus tumbuh dan ke depan bisa dikelola menjadi sarana wisata hutan mangrove," kata Ahmad Syarifullah. Menurutnya, pengembangan kawasan ini tidak boleh berhenti pada aspek pelestarian lingkungan saja.
Pemerintah daerah mendorong agar pengelolaan kawasan pesisir melibatkan banyak pihak. Dukungan dari dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dinilai penting untuk mempercepat realisasi destinasi wisata tersebut.
Peran Perempuan dalam Menanamkan Kesadaran Lingkungan
Ketua GOW Kabupaten Bangka Tengah, Diah Vitaloka, menyoroti peran strategis perempuan dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dari lingkup keluarga. Ia menyebut bahwa tangan-tangan perempuan bisa melahirkan generasi yang mencintai alam.
"Tema hari ini memiliki makna yang sangat kuat. Dari tangan-tangan perempuan, kita melahirkan generasi yang mencintai lingkungan dan kami berharap kegiatan ini berkelanjutan dan tidak berhenti di sini saja," ujar Diah dalam sambutannya.
Aksi Nyata: Penanaman Bibit dan Pemilahan Sampah
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Pantai Terentang mengusung tema "Saatnya Bekerja untuk Iklim, Bersama Perempuan Wujudkan Bumi Lestari untuk Generasi Mendatang". Rangkaian kegiatan diisi dengan penanaman bibit mangrove dan aksi pemungutan serta pemilahan sampah di kawasan pantai.
Kegiatan ini menjadi simbol bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Perempuan, menurut Diah, memiliki peran kunci dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi penerus.