PANGKALPINANG — Produksi lada putih Bangka Belitung pada 2025 tercatat hanya 9.464,95 ton, turun drastis dari 12.008,66 ton pada tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi seiring berkurangnya luas lahan perkebunan lada dari 28.096,81 hektare menjadi 18.948,81 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Kurniawan mengatakan, program peremajaan ini akan mengganti tanaman lada tua dan tidak produktif dengan bibit unggul. "Melalui program ini, kita akan mengganti tanaman lada tua dan tidak produktif dengan bibit unggul," ujarnya di Pangkalpinang, Sabtu.
Enam Kabupaten Jadi Sasaran Peremajaan Lada
Program peremajaan yang direncanakan berjalan sepanjang 2026 ini menyasar petani di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, dan Belitung Timur. Saat ini, proses seleksi calon penerima bantuan masih berlangsung.
"Masih tahap seleksi calon penerima bantuan dan selanjutnya peninjauan perkebunan lada petani yang akan diremajakan, agar bantuan ini tepat sasaran," kata Kurniawan.
Luas Lahan Lada Menyusut Hingga 9.000 Hektare
Data DPKP menunjukkan, penyusutan lahan perkebunan lada terjadi hampir di seluruh wilayah. Kabupaten Bangka Selatan masih menjadi sentra terluas dengan 6.970,38 hektare, disusul Belitung 5.903,09 hektare, dan Belitung Timur 3.340,04 hektare. Sementara Kabupaten Bangka Barat hanya memiliki 525,34 hektare lahan lada.
Kurniawan berharap bantuan bibit unggul ini dapat meringankan beban petani sekaligus memotivasi mereka untuk kembali mengembangkan usaha perkebunan. "Kita berharap melalui program ini dapat memotivasi petani untuk kembali mengembangkan usaha perkebunannya, sehingga lada putih Bangka Belitung kembali berjaya di pasar global," katanya.
Lada Putih Bangka: Komoditas Ekspor yang Terpuruk
Lada putih Bangka Belitung selama bertahun-tahun menjadi primadona ekspor rempah Indonesia. Namun, data menunjukkan tren penurunan produksi yang konsisten seiring berkurangnya minat petani merawat kebun lada dan alih fungsi lahan.
Pemerintah provinsi menargetkan program peremajaan ini bisa menjadi titik balik kebangkitan komoditas unggulan daerah tersebut. Setelah tahap seleksi selesai, tim DPKP akan melakukan peninjauan langsung ke perkebunan calon penerima bantuan untuk memastikan ketepatan sasaran.