MENTOK — Ramsi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KNPI Bangka Barat dalam Musda yang digelar Rabu (1/7/2026). Ia langsung menyusun strategi jangka pendek untuk menghidupkan kembali organisasi kepemudaan yang dinilai tidak aktif hampir tiga tahun terakhir.
Prioritas: Aktifkan Kepengurusan hingga Tingkat Kecamatan
Langkah pertama yang disiapkan Ramsi adalah konsolidasi organisasi. Ia menargetkan pembentukan kepengurusan baru, termasuk mengaktifkan kembali Pengurus Kecamatan (PK) di seluruh wilayah Bangka Barat.
“Kita akan berusaha menyusun kepengurusan dan mengaktifkan kembali pengurus tingkat kecamatan. Bila perlu mereka memiliki sekretariat masing-masing,” kata Ramsi, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, keterlibatan PK dalam Muscab nanti menjadi kunci agar KNPI bisa kembali berperan dalam pembangunan daerah. Ia ingin struktur organisasi tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten.
Dorong Implementasi Perda Kepemudaan yang Mandek
Ramsi juga menyoroti Peraturan Daerah (Perda) tentang Kepemudaan di Bangka Barat yang dinilai belum berjalan optimal. Ia berkomitmen mendorong implementasi aturan tersebut agar memiliki dampak nyata bagi generasi muda.
“Kita berharap perda itu dapat diimplementasikan karena selama ini jarang tersorot. Kita juga akan menciptakan wirausaha kepemudaan, kemudian membentuk sekretariat yang akan menjadi rumah seluruh OKP di Bangka Barat ini,” ujarnya.
Rumah Bersama OKP, Bukan Kelompok Tertentu
Setelah ditetapkan sebagai ketua, Ramsi wajib membentuk dewan pengurus kabupaten sesuai AD/ART organisasi. Ia akan menyurati seluruh organisasi kepemudaan (OKP) yang berhimpun di KNPI untuk mendelegasikan kader terbaiknya.
“KNPI adalah rumah bersama organisasi kepemudaan atau OKP. Jadi kita pastikan seluruh dewan kepengurusan merupakan aktivis OKP ataupun keterwakilan kepemudaan di Babar sesuai AD/ART,” tegas Ramsi.
Ia juga membuka pintu bagi kader potensial di luar OKP untuk bergabung. “Bahkan kawan-kawan di luar yang potensial akan kita ajak bergabung supaya ruang gerak kepemudaan memiliki arah dan tujuan yang jelas, bukan hanya berstatement kosong di media,” sambungnya.
Kebetulan Bupati Juga Anak Muda
Ramsi menilai momentum kepemimpinan di Bangka Barat saat ini cukup strategis. Bupati yang juga berasal dari kalangan muda diharapkan memudahkan koordinasi antara KNPI dan pemerintah daerah.
“Kebetulan bupati kita seorang pemuda, jadi kami rasa dapat menjalin komunikasi dengan baik, terutama dengan pemerintah. Artinya tidak hilang SDM, masih banyak SDM berkualitas,” katanya.