PANGKALPINANG — Lonjakan penumpang terjadi di dua pelabuhan utama. Pelabuhan Pangkalbalam di Kota Pangkalpinang mencatat kenaikan tertinggi sebesar 27,48 persen, disusul Pelabuhan Belinyu di Kabupaten Bangka yang naik 19,34 persen. Namun, sebaliknya, pelabuhan lainnya justru mengalami penurunan jumlah keberangkatan hingga 16,95 persen.
Arus Penumpang Kumulatif Januari-Mei Ikut Meningkat
Secara kumulatif, BPS mencatat sebanyak 223.576 orang berangkat melalui jalur laut selama Januari hingga Mei 2026. Realisasi ini tumbuh 6,90 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Artinya, tren pergerakan masyarakat antarpulau di Babel memang sedang meningkat.
Kedatangan Penumpang Justru Anjlok 44,50 Persen
Kondisi berbeda terjadi pada arus kedatangan. Jumlah penumpang yang tiba di pelabuhan-pelabuhan di Bangka Belitung pada Mei 2026 hanya mencapai 23,38 ribu orang. Angka itu merosot drastis 44,50 persen dari bulan sebelumnya.
Penurunan kedatangan terdalam terjadi di Pelabuhan Tanjung Kalian, Kabupaten Bangka Barat, yang ambles hingga 62,36 persen. Disusul Pelabuhan Lainnya yang turun 18,52 persen, dan Pelabuhan Pangkalbalam yang berkurang 8,84 persen.
Pelabuhan Tanjung Kalian: Gerbang Tersibuk dengan Efek Signifikan
Meski kedatangannya turun, secara keseluruhan Pelabuhan Tanjung Kalian tetap menjadi titik dengan aktivitas tertinggi. "Mengingat jumlah yang cukup besar, pergerakan aktivitas pada pelabuhan ini memberikan efek cukup signifikan baik pada pergerakan kedatangan maupun keberangkatan jumlah penumpang di daerah ini," ujar Sugeng Arianto.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, total kedatangan penumpang di seluruh pelabuhan justru tercatat turun 6,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas keberangkatan pada Mei lalu jauh lebih dominan ketimbang kedatangan.