BELITUNG — Langkah PT TIMAH memperkuat tata kelola perusahaan berlanjut dengan penyelenggaraan Bimbingan Teknis Pedoman Pelaksanaan Aspek Standarisasi Usaha Jasa Pertambangan. Acara berlangsung di Grand Hatika Hotel, Tanjung Pandan, Belitung, pada Kamis (2/7/2026).
Peserta yang hadir meliputi direktur perusahaan jasa pertambangan, mitra usaha tambang, dan Penanggung Jawab Operasional (PJO) yang beraktivitas di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT TIMAH. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut hadir sebagai narasumber melalui Sub Koordinator Usaha Jasa Mineral dan Batubara, Sari Taqwiem Ashra.
Lima Fokus Utama Penguatan Tata Kelola
Direktur Operasi PT TIMAH, Handy Geniardi, memaparkan lima aspek utama yang menjadi pembahasan dalam bimbingan teknis tersebut. Kelima aspek ini dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun tata kelola pertambangan yang lebih baik.
Pertama, peningkatan kepatuhan terhadap regulasi dan kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practices). Kedua, penguatan kolaborasi kemitraan yang produktif antara perusahaan dan mitra usaha.
Ketiga, pemahaman mendalam tentang kewajiban perusahaan jasa pertambangan. Keempat, implementasi standarisasi dan evaluasi teknis di lapangan. Kelima, peningkatan kompetensi peserta sebagai agen perubahan di lingkungan kerja masing-masing.
Produktivitas Harus Seiring Keselamatan dan Lingkungan
Handy Geniardi menegaskan bahwa produktivitas perusahaan tidak bisa berjalan sendiri. Menurutnya, setiap kegiatan operasional harus sesuai ketentuan, aman, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun mitra usaha.
"Kelima aspek tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun tata kelola pertambangan yang lebih baik, sehingga setiap kegiatan operasional dapat berjalan sesuai ketentuan, aman, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun para mitra usaha," ujar Handy.
Ia menambahkan bahwa penerapan standar keselamatan kerja, kepatuhan hukum, dan perlindungan lingkungan harus berjalan beriringan dengan target produksi. Kolaborasi yang kuat antara PT TIMAH dan mitra usaha disebutnya sebagai faktor kunci mewujudkan perusahaan tambang timah yang berdaya saing global.
Bimbingan teknis ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PT TIMAH dalam memperkuat tata kelola operasional pertambangan. Penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik dan peningkatan budaya keselamatan kerja menjadi fokus utama dalam setiap kegiatan operasional perusahaan.