BANGKA — Tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 25 MW ini menjadi langkah strategis PLN dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi di Pulau Bangka. General Manager PLN UIK Dwipantara, Rita Triani, menyatakan bahwa pengelolaan aset pembangkitan secara optimal merupakan kunci untuk menjamin pasokan yang andal bagi pelanggan.
“Listrik yang cukup dan andal merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, PLN UIK Dwipantara terus memperkuat sistem pembangkitan agar mampu menjawab kebutuhan energi yang terus berkembang di Bangka,” kata Rita dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa.
Daya Mampu Pasok Kini 340 MW dengan Cadangan 100 MW
Dengan dikelolanya tambahan kapasitas ini, sistem kelistrikan Bangka kini memiliki daya mampu pasok sekitar 340 MW. Rinciannya, 240 MW berasal dari pembangkit yang berada di Pulau Bangka sendiri, sementara 100 MW lainnya merupakan transfer listrik dari sistem kelistrikan Sumatra melalui kabel laut.
Adapun beban puncak listrik di Bangka tercatat sebesar 240 MW. Artinya, terdapat cadangan daya sebesar 100 MW yang siap digunakan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan di masa mendatang. “Kami berharap dengan tambahan kapasitas pembangkit yang kami kelola bisa menjadi bagian penting dalam menjaga kecukupan daya listrik di Bangka,” pungkas Rita.
Mengapa Tambahan Kapasitas Ini Penting bagi Warga Bangka?
Ketersediaan cadangan listrik yang memadai menjadi syarat mutlak bagi pertumbuhan sektor industri, pariwisata, dan usaha kecil menengah di Bangka. Selama ini, fluktuasi permintaan listrik, terutama saat musim liburan atau aktivitas tambang, kerap menjadi tantangan bagi operator. Dengan tambahan 25 MW, PLN memiliki fleksibilitas lebih dalam mengatur pasokan tanpa harus melakukan pemadaman bergilir.
Lokasi pembangkit tambahan di Air Anyir dan Merawang juga dinilai strategis karena berada di dekat pusat-pusat konsumsi listrik di Kabupaten Bangka. Hal ini meminimalkan rugi-rugi transmisi dan mempercepat respons jika terjadi gangguan pada jaringan distribusi.
Ke depan, PLN UIK Dwipantara akan terus memonitor pertumbuhan beban dan melakukan pemeliharaan rutin terhadap seluruh unit pembangkit. Rita menambahkan, komitmen perusahaan adalah memastikan setiap pelanggan di Bangka mendapatkan pasokan listrik yang stabil, terutama untuk mendukung akselerasi ekonomi daerah yang terus bergerak.