KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Chelsea mengambil sikap tegas di bursa transfer musim panas ini. Klub yang kini ditangani Xabi Alonso itu siap melepas Alejandro Garnacho, namun dengan harga yang tidak murah. Dilansir dari Sky Sports, The Blues membuka dua kategori harga: 45 juta Pounds (Rp1,08 triliun) untuk tim Premier League dan 42 juta Pounds (Rp1,01 triliun) untuk klub di luar Inggris.
Kontrak Panjang Jadi Modal Negosiasi
Posisi tawar Chelsea sangat kuat dalam negosiasi ini. Alejandro Garnacho masih terikat kontrak jangka panjang hingga musim panas 2035. Dengan sisa kontrak lebih dari satu dekade, Chelsea tidak dalam posisi terdesak untuk menjual pemain berusia 22 tahun itu dengan harga murah.
Apalagi, Garnacho diketahui tidak bergabung dalam latihan pramusim Chelsea yang sudah dimulai sejak Minggu (12/7) di Cobham. Situasi ini memperkuat spekulasi bahwa masa depannya memang sudah tidak bersama skuad utama.
AS Roma Gagal dengan Skema Pinjam
AS Roma sempat menjadi salah satu klub yang serius mendekati Garnacho. Namun, pendekatan mereka kandas karena bersikeras ingin meminjam sang pemain. Chelsea langsung menolak mentah-mentah opsi tersebut. Manajemen The Blues hanya membuka pintu untuk transfer permanen, tanpa negosiasi soal klausul peminjaman.
Keputusan ini wajar mengingat Chelsea sebelumnya membeli Garnacho dari Manchester United seharga 40 juta Pounds. Dengan harga jual mulai 42 juta Pounds, Chelsea dipastikan tetap untung meski tidak terlalu besar—minimal 2 juta Pounds untuk transaksi ke luar Premier League.
Apakah Rp1 Triliun Sebanding dengan Performa?
Pertanyaan besarnya sekarang: apakah angka Rp1 triliun wajar untuk pemain yang belum membuktikan konsistensi di level tertinggi? Garnacho memang memiliki potensi besar sebagai winger cepat dan lincah. Namun, statistiknya di musim lalu belum menunjukkan angka yang mencengangkan untuk ukuran pemain seharga 45 juta Pounds.
Dengan harga segitu, Chelsea seolah memaksa calon pembeli membayar mahal untuk prospek jangka panjang. Bagi klub Premier League yang berminat, mereka harus yakin bahwa investasi Rp1,08 triliun ini akan berbuah manis dalam beberapa musim ke depan.