KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pertandingan tandang yang semestinya berat justru jadi panggung bagi PSG untuk menunjukkan kelasnya. Tim asuhan Luis Enrique tidak memberi ruang bagi Lens untuk bernapas sejak peluit pertama dibunyikan. Hasilnya, keunggulan cepat tercipta di menit ke-29.
Kesalahan Lens Jadi Pintu Gol Pembuka
Gol pertama lahir dari momen kecerobohan lini belakang tuan rumah. Ousmane Dembele sukses merebut bola di area pertahanan Lens dan langsung mengirim umpan terukur ke Khvicha Kvaratskhelia. Pemain asal Georgia itu tanpa ampun menjebol gawang Robin Risser dengan lari kencang dan penyelesaian klinis.
Unggul satu gol tak lantas membuat PSG nyaman. Mereka tetap mendominasi penguasaan bola, tapi kesulitan menembus pertahanan rapat Lens yang mulai bermain lebih hati-hati. Babak pertama pun ditutup dengan skor 1-0.
Gol Penutup di Masa Injury Time
Memasuki babak kedua, pola serangan PSG mulai mentok. Lens beberapa kali mengancam lewat serangan balik, namun lini belakang PSG yang dikawal Marquinhos masih cukup solid. Pertandingan tampak akan berakhir dengan kemenangan tipis hingga injury time tiba.
Ibrahim Mbaye menjadi aktor penutup pesta. Ia memulai serangan dari area sendiri, bekerja sama dengan Goncalo Ramos dan Desire Doue. Umpan matang Doue diselesaikan Mbaye dengan tembakan keras ke pojok kiri atas gawang. Skor 2-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Trofi Ke-13 dan Target Berikutnya
Gelar ini menjadi yang ke-13 bagi PSG di era modern Ligue 1, sekaligus mempertahankan dominasi mereka di kompetisi domestik. Namun, perayaan di Stade Bollaert-Delelis mungkin tidak akan berlangsung lama. Fokus Les Parisiens kini beralih ke partai puncak Liga Champions melawan Arsenal pada 30 Mei mendatang.
Kemenangan di kandang Lens membuktikan bahwa PSG tidak hanya mengandalkan bintang-bintang mahal. Kolaborasi antara pemain senior seperti Dembele dan talenta muda seperti Mbaye menjadi sinyal bahwa kedalaman skuad mereka siap bersaing di Eropa.