PANGKALPINANG — Petani kelapa sawit di Bangka Belitung dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Babel pada Senin pekan depan. Agenda utama pertemuan itu adalah membahas harga TBS sawit yang anjlok di tingkat petani.
Ketua kelompok tani setempat menyebut harga TBS kini berada di bawah biaya produksi. Kondisi ini dinilai sudah berlangsung selama beberapa pekan dan membuat petani kesulitan menutup modal panen.
Berapa Harga TBS Sawit di Babel Saat Ini?
Harga TBS sawit di tingkat petani Bangka Belitung dikabarkan turun drastis dalam sebulan terakhir. Berdasarkan catatan asosiasi petani, harga jual di bawah Rp 1.500 per kilogram untuk TBS berusia 10 tahun ke atas.
Angka ini jauh dari harga ideal yang dihitung berdasarkan indeks Kementerian Pertanian. Petani mengaku rugi karena biaya panen dan angkut justru lebih tinggi dari pendapatan yang diterima.
Apa yang Akan Dibahas dalam Pertemuan dengan Gubernur?
Pertemuan yang akan digelar di Gedung Gubernuran Pangkalpinang itu rencananya dihadiri perwakilan petani dari beberapa kabupaten. Mereka akan meminta pemerintah daerah mengintervensi harga melalui mekanisme pembelian langsung atau subsidi ongkos angkut.
Selain itu, petani juga mendesak agar pabrik kelapa sawit (PKS) di Babel membeli TBS sesuai harga acuan yang ditetapkan pemerintah pusat. Selama ini, petani mengeluhkan praktik permainan harga oleh tengkulak dan pabrik.
Mengapa Harga TBS Anjlok di Tingkat Petani?
Para petani menduga penurunan harga dipicu oleh rendahnya harga minyak sawit mentah (CPO) global. Namun, mereka menilai selisih harga antara CPO dan TBS di petani terlalu timpang.
Di sisi lain, petani di Bangka Belitung juga menghadapi kendala infrastruktur jalan kebun yang rusak. Biaya angkut yang tinggi membuat posisi tawar petani terhadap pabrik semakin lemah.
Pertemuan Senin depan diharapkan menghasilkan kesepakatan konkret. Jika tidak ada titik terang, petani mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Provinsi Babel.