TANJUNGPANDAN — Dua sistem baru mulai dijalankan di Pelabuhan Tanjungpandan, Kepulauan Bangka Belitung, untuk mengawasi pergerakan truk dan tenaga kerja bongkar muat secara digital. Kebijakan ini merupakan implementasi langsung dari program pemerintah pusat dalam Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tanjungpandan, Bambang Candra, menegaskan bahwa digitalisasi ini wajib didukung seluruh elemen di pelabuhan. "Program ini merupakan program dari pemerintah pusat. Sehingga harus didukung oleh seluruh elemen yang ada di Pelabuhan Tanjungpandan," jelas dia di Tanjungpandan, Jumat.
Dua Aplikasi yang Mengubah Tata Kelola Pelabuhan
PT Pelindo Regional 2 Cabang Tanjungpandan melalui General Manager Andi Oktavian Dwi Cahyo menjelaskan, ada dua aplikasi utama yang diterapkan. Pertama, Single Truck Identification Data (STID) yang berfungsi sebagai basis data identitas tunggal bagi setiap armada truk pengangkut barang di kawasan pelabuhan.
Kedua, Sistem Monitoring Tenaga Kerja Bongkar Muat (SIMON TKBM) yang dirancang untuk mempermudah manajemen, pelaporan, dan pengawasan tata kelola tenaga kerja secara langsung. "Implementasi STID dan SIMON TKBM adalah wujud komitmen kami dalam mendukung program Stranas PK. Melalui integrasi data, seluruh proses dipastikan berjalan transparan dan sesuai standar," ujarnya.
Bagaimana Sistem Ini Mencegah Pungli?
Bambang Candra menambahkan bahwa penguatan aspek digitalisasi akan memberikan pengawasan di lapangan secara real-time. Data yang masuk secara langsung ini memastikan standar keamanan dan ketertiban area pelabuhan bisa terpantau ketat.
"Penguatan aspek digitalisasi ini juga akan mempersempit ruang gerak praktik pungutan liar sekaligus memangkas birokrasi yang tidak efisien, sejalan dengan target tata kelola pelabuhan yang bersih," kata Bambang.
Dengan sistem STID, setiap truk yang masuk dan keluar pelabuhan tercatat otomatis. Tidak ada lagi celah bagi oknum untuk memanipulasi data atau menarik biaya di luar ketentuan. Sementara SIMON TKBM memastikan jumlah tenaga kerja bongkar muat yang bertugas sesuai dengan kebutuhan aktual.
Apa Langkah Selanjutnya untuk Pelabuhan Tanjungpandan?
Andi Oktavian menyebut bahwa langkah digitalisasi ini merupakan tonggak penting dalam integrasi data logistik di Pelabuhan Tanjungpandan. Pihaknya berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem agar seluruh proses pelayanan logistik berjalan transparan dan sesuai standar nasional.
Ke depan, PT Pelindo bersama KSOP akan melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada para pengemudi truk serta tenaga bongkar muat agar adaptasi terhadap sistem baru ini berjalan lancar. Digitalisasi ini diharapkan tidak hanya memberantas pungli, tetapi juga meningkatkan efisiensi waktu bongkar muat di pelabuhan yang menjadi pintu gerbang utama Pulau Belitung.