Pencarian

Krisis Air Bersih di SMPN 3 Simpang Katis Berakhir, PT Timah Bangun Sumur Bor Sedalam 60 Meter

Sabtu, 11 Juli 2026 • 15:30:01 WIB
Krisis Air Bersih di SMPN 3 Simpang Katis Berakhir, PT Timah Bangun Sumur Bor Sedalam 60 Meter
Sumur bor sedalam 60 meter hasil bantuan PT Timah mengakhiri krisis air bersih di SMPN 3 Simpang Katis.

BANGKA TENGAH — Selama bertahun-tahun, aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 3 Simpang Katis terganggu oleh krisis air bersih. Setiap kemarau tiba, sekolah terpaksa membeli air untuk mengisi tandon, sementara siswa diimbau membawa air dari rumah. Kondisi itu kini berakhir setelah PT Timah (Persero) Tbk membangun sumur bor di lingkungan sekolah.

Sumur Resapan Tak Lagi Cukup, Kontur Tanah Berbatu Jadi Kendala

Kepala SMP Negeri 3 Simpang Katis, Hastri, mengungkapkan bahwa sejak sekolah berdiri, mereka belum memiliki sumur bor. Keterbatasan anggaran menjadi alasan utama. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat digunakan untuk pembangunan sumur bor, sementara alokasi APBD masih diprioritaskan untuk kebutuhan lain.

"Kalau musim kemarau dan tidak ada hujan, kami harus membeli air untuk diisi ke tandon. Bahkan siswa juga kami imbau membawa air dari rumah. Kondisi ini tentu cukup menghambat operasional sekolah," ujar Hastri.

Selama ini, sekolah hanya mengandalkan sumur resapan yang bergantung pada air hujan. Ketika kemarau panjang, sumur itu mengering. Persoalan bertambah rumit karena kontur tanah di kawasan sekolah didominasi batuan. Hasil survei menunjukkan, untuk mendapatkan sumber air yang layak, diperlukan sumur bor dengan kedalaman sekitar 60 meter.

"Bor biasa tidak bisa menemukan sumber air karena kontur tanahnya berbatu," jelasnya.

Bantuan Perusahaan Tambang untuk Kebutuhan Dasar Sekolah

Pembangunan sumur bor oleh PT Timah menjadi solusi atas persoalan yang sudah berlarut-larut. Bantuan ini tidak hanya menyediakan sarana belajar, tetapi juga memenuhi kebutuhan dasar yang menunjang aktivitas sekolah. Dengan adanya sumur bor, pasokan air untuk sanitasi dan keperluan belajar mengajar kini terjamin, bahkan saat musim kemarau.

Kepala sekolah berharap bantuan serupa dapat menjangkau sekolah-sekolah lain di Bangka Tengah yang mengalami kendala serupa. Pasalnya, kondisi geografis berbatu di wilayah ini membuat pembangunan sumur bor menjadi lebih mahal dan sulit dijangkau oleh anggaran sekolah yang terbatas.

Bagikan
Sumber: ayobangka.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks