KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Birmingham — Inggris sempat memberikan perlawanan lewat rekor kemitraan 111 run antara Joe Root (76*) dan Liam Dawson (68) yang menyelamatkan mereka dari angka 107-6. Namun, total 258 run yang mereka kumpulkan terbukti terlalu mudah dikejar India berkat penampilan gemilang Shubman Gill (80*) dan Axar Patel (57*). Kekalahan ini membuat Inggris tertinggal 0-1 dalam seri tiga pertandingan.
Pertahanan Inggris Runtuh di Tangan Axar dan Sundar
Ketika India berada di posisi 160-4, Inggris sempat membuka peluang. Namun, Axar Patel yang sebelumnya mencatat 4-62 dengan bola, kembali menunjukkan kelasnya. Bersama Washington Sundar (52*), ia membangun kemitraan tak terkalahkan yang mengantarkan India menang dengan 28 bola tersisa.
Shubman Gill menjadi bintang utama di awal pengejaran setelah mencetak 80 run sebelum keluar lapangan karena kram. Kapten Rohit Sharma (11) dan Virat Kohli (5) gagal berkontribusi besar, tapi kombinasi pukulan Axar dan pertahanan solid Sundar memastikan kemenangan mudah bagi juara bertahan Piala Dunia itu.
Dawson dan Root: Satu-satunya Sinar di Tengah Kolaps
Inggris mengalami awal yang buruk setelah kehilangan tiga wicket cepat dari posisi 61-0 menjadi 64-3. Jacob Bethell tampil tidak meyakinkan sebagai pembuka baru, sementara kapten Jos Buttler hanya mencetak lima run dalam caps ke-200-nya. Jasprit Bumrah, dengan catatan 1-31 dari 10 over, menjadi momok yang membuat lini atas Inggris limbung.
Joe Root, yang sejak awal 2025 rata-rata mencetak 70 run per innings di ODI, kembali menjadi andalan. Ia didukung Liam Dawson yang justru tampil lebih dominan — menghadapi 83 bola, lebih banyak dari total sembilan pertandingan ODI sebelumnya. Sayang, saat Axar memecahkan kemitraan itu, ekor Inggris runtuh dan hanya mampu menambah 30 run.
Pekerjaan Rumah McCullum: Pace Bowling dan Kedalaman Skuad
Kekalahan ini menegaskan bahwa Inggris kekurangan satu pace bowler di starting XI. Dengan semua pemain all-rounder mereka kalah bersaing dari rekan-rekan India, tim asuhan McCullum terlihat tidak seimbang. Meski T20 Inggris adalah nomor satu dunia, performa di format 50-over masih jauh dari harapan.
Inggris kini berada di peringkat kedelapan dunia dan masih harus menjaga posisi sembilan besar untuk lolos otomatis ke Piala Dunia 2027. Dengan performa seperti ini, McCullum punya waktu 19 bulan untuk membenahi timnya. Laga kedua di Cardiff, Kamis (13/2) depan, akan menjadi ujian berikutnya.