KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pergerakan rupiah pagi ini sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia dan negara maju yang kompak tertekan greenback. Di kawasan Asia, ringgit Malaysia turun 0,04%, dolar Singapura melemah 0,05%, yen Jepang terkoreksi 0,06%, dan won Korea Selatan terdepresiasi 0,16%. Sebaliknya, yuan China dan peso Filipina mencatatkan penguatan tipis masing-masing 0,05% dan 0,09%.
Sementara itu, mata uang utama negara maju semuanya berada di zona merah. Euro Eropa melemah 0,05%, poundsterling Inggris turun 0,04%, dan dolar Australia terkoreksi 0,06% terhadap dolar AS.
Dua Katalis yang Menahan Rupiah untuk Rebound
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pergerakan rupiah hari ini akan cenderung konsolidatif. Ia menyebut dua faktor utama yang menjadi perhatian pelaku pasar. Pertama, rilis data neraca transaksi berjalan (current account) kuartal I-2025 Indonesia yang dijadwalkan hari ini. Data ini menjadi indikator fundamental bagi ketahanan eksternal ekonomi nasional.
"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi terhadap dolar AS. Investor wait and see rilis data neraca transaksi berjalan kuartal I Indonesia," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Jumat (23/5).
Kedua, pasar masih mengantisipasi respons Iran terhadap proposal terbaru Amerika Serikat. Ketegangan geopolitik ini berpotensi memicu aksi lari ke aset aman (safe haven) seperti dolar AS, yang otomatis menekan mata uang negara berkembang termasuk rupiah.
Proyeksi Rentang Pergerakan Hari Ini
Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan Jumat ini akan berada dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS. Level psikologis Rp17.700 yang sudah ditembus pagi ini menjadi support terdekat yang harus dipertahankan.
Jika tekanan jual terhadap rupiah berlanjut, pelemahan bisa berlanjut mendekati batas atas proyeksi di Rp17.750. Sebaliknya, jika data transaksi berjalan kuartal I lebih baik dari ekspektasi pasar, rupiah berpotensi kembali menguat ke bawah level Rp17.650.
Fakta Singkat Pergerakan Rupiah Pagi Ini
- Rupiah dibuka di Rp17.700 per dolar AS, melemah 32 poin atau 0,18%.
- Pelemahan terjadi di tengah mayoritas mata uang Asia dan negara maju yang tertekan.
- Dua sentimen utama: data neraca transaksi berjalan kuartal I-2025 dan respons Iran terhadap proposal AS.
- Analis memproyeksikan rentang pergerakan rupiah hari ini di Rp17.600 - Rp17.750 per dolar AS.